Peristiwa

Ratusan Siswa Disabilitas Ikuti Gebyar Seni di Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Hari Disabilitas Internasional diperingati siswa-siswi disabilitas di Kabupaten Sidoarjo dengan berbagai kegiatan.

Di antaranya jalan sehat dan gebyar seni, 600 lebih anak disabilitas ikut serta. Mereka dari 61 lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Mulai dari TK sampai SMA.

Kegiatan berlangsung di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo. “Pemkab Sidoarjo memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan inklusif. Salah satu buktinya dengan dibentuknya Perda Kabupaten Sidoarjo nomer 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan pendidikan. Perda tersebut memberikan jaminan kepada anak berkebutuhan khusus untuk dapat mengikuti proses pendidikan sebaik-baiknya,” kata Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah didampingi Wabup Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin

H. Saiful llah memberikan apresiasi yang tinggi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus ditingkatkan. “Melalui kegiatan seperti ini akan mengembangkan keterampilan dan kreativitas seni para generasi penerus bangsa,” harapnya.

Pengawas Pendidikan Luar Biasa (PLB) Provinsi Jawa Timur yang juga ketua panitia penyelenggara kegiatan Drs. Saji M. Pd mengakui komitmen Kabupaten Sidoarjo terhadap pendidikan inklusif sangat tinggi.

Tahun 2013 lalu Kabupaten Sidoarjo mendeklarasikan diri sebagai kabupaten pendidikan inklusif. Oleh karenanya bupati Sidoarjo patut dinobatkan sebagai pelopor bapak insklusif di Kabupaten Sidoarjo.

Saji menambahkan, kegiatan seperti ini sudah berlangsung ke 9 kalinya. Tahun ini tercatat 661 anak inklusif yang mengikutinya. Tujuannya untuk mengembangkan budaya masyarakat yang inklusif. Anggarannya secara mandiri. “Ke depan saya berharap ada anggaran khusus peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kabupaten Sidoarjo,” tukasnya.

Menurut Saji, ada sekitar 3 ribu anak-anak disabilitas di Kabupaten Sidoarjo yang telah teridentifikasi dan mendapatkan akses layanan pendidikan. Baik di layanan pendidikan khusus maupun di jalur pendidikan inklusif yang ada pada PAUD, TK, SD,SMP maupun SMA.

“Saya berharap Kabupaten Sidoarjo akan terus menggelorakan semangat perjuangan pendidikan inklusif,” tegasnya berkeinginan. [isa/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar