Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Ratusan Sapi Terjangkit PMK, Disnakkan Magetan: Bisa Sembuh Dalam 2 Minggu

Seekor sapi positif PMK di Desa Turi, Panekan, Magetan yang masih menjalani perawatan.

Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 136 sapi di Magetan dinyatakan positif terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Penyembuhan satu hewan ternak diperkirakan memakan waktu sekitar dua minggu.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Nur Haryani mengungkapkan, temuan pertama kasus PMK di Magetan pada tanggal 12 Mei 2022.

”Biasanya terjangkit bisa sampai dua minggu kemudian bisa sembuh, tapi semua tergantung dengan kondisi hewan ternak. Jika memang daya tahan tubuh ternak sudah bagus, maka sekitar dua minggu bisa sembuh,” kata Nur Haryani, Senin (23/5/2022).

Berbeda cerita jika hewan ternak sudah memiliki penyakit penyerta. Bisa jadi hewan ternak tak yertolong jika tak sdgera mendapatkan penanganan yang tepat. Namun, dia mengklaim bahwa sapi-sapi yang ditemukan positif terjangkit PMK pada 12 Mei 2022 sudah mulai menunjukkan perkembangan.

”Gejalanya berupa air liur berlebihan di mulut, susah makan, demam dan ada luka di dekat kuku kakinya. Belakangan sapi yang dinyatakan positif sudah menunjukkan perkembangan kondisi. Sudah mulai mau makan, mulut tidak banyak berliur. Namun, masih menunggu penyembuhan di bagian kaki,” katanya.

Dia menegaskan sejak da temuan gejala, pihaknya sudah menginstruksikan para peternak untuk me-lockdown kandang. Sapi yang sakit tidak boleh keluar dari kandang berikut tak boleh memasukkan sapk baru di kandang selama masih ada yang bergejala atau sudah dinyatakan positif PMK.

”Kami juga melakukan pemantauan dan pengobatan intensif. Kami minta peternak untuk melakukan desinfeksi agar tak menyebar luas. Jika masyarakat sadar, penyakit ini bisa diredam penyebarannya,” katanya.

Untuk diketahui, jumlah kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Magetan terus bertambah. Total ada 136 ekor sapi yang dinyatakan positif terkena PMK yang tersebar di 21 desa dan 12 kecamatan di Magetan per Senin (23/5/2022) pukul 11.30 WIB. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Nur Haryani membenarkan jika pihaknya masih terus mengupdate sebaran kasus PMK di sejumlah wilayah di Magetan. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar