Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Ratusan Santri Tebuireng Jombang Antar Gus Hakam ke Peristirahatan Terakhir

Jenazah Gus Hakam disalatkan di masjid Pesantren Tebuireng Jombang, Selasa (9/11/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Lantunan kalam Illahi menggema di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Selasa (9/11/2021) malam. Para santri berjajar di sepanjang pintu masuk pesantren. Mereka memberikan penghormatan terakhir kepada cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari, KH Abdul Hakam Kholiq atau Gus Hakam yang meninggal Selasa sore.

Ketika keranda berselimut kain hijau lewat, para santri berusaha memegang keranda yang berisi jenazah Gus Hakam itu. Dari kediamannya, di depan pesantren Tebuireng, dibawa ke komplek pemakaman keluarga. Jenazah tersebut terlebih dulu dibawa ke masjid Tebuireng yang berada di depan ndalem kasepuhan atau rumah induk untuk disalati.

Masjid tersebut penuh. Santri Tebuireng, warga, serta para kiai ikut mensalatkan jenazah putra KH Abdul Kholiq Hasyim itu. Usai disalatkan, jenazah dibawa ke lokasi makam. Di makam itulah bersemayam jenazah keluarga besar pesantren Tebuireng.

Di antaranya, pendiri NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari, pahlawan nasional KH Abdul Wahid Hasyim, Presiden RI ke-empat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), serta makam keluarga lainnya. Makam Gus Hakam posisinya di sebelah selatan pusara Gus Dur.

Jenazah Gus Hakam dibawa ke makam keluarga Tebuireng Jombang, Selasa (9/11/2021)

Gus Hakam adalah putra dari KH Abdul Kholiq Hasyim, pengasuh pesantren Tebuireng kelima (1952-1965). Abdul Kholiq Hasyim atau yang sering dikenal dengan Kiai Choliq Hasyim merupakan putra keenam dari pasangan KH Hasyim Asy’ari dengan Nyai Nafiqah.

Kepala Pondok Putri Pesantren Tebuireng KH Fahmi Amrullah Hadzik (Gus Fahmi) mengatakan, Gus Hakam wafat di rumahnya, Selasa (9/11/2021) sehabis asar. Sebelumnya, sepupu Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) ini menderita sakit paru-paru. “Beliau sudah lama sakit, sekitar empat tahun. Jenazah Gus Hakam dimakamkan di area komplek makam keluarga Pesantren Tebuireng,” ujar Gus Fahmi yang juga cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari ini. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar