Peristiwa

Sambut Pengesahan UU Pesantren

Ratusan Santri Jombang Potong Rambut Berjamaah

Santri yang sedang mengikuti potong rambut berjamaah di Pesantren Denanyar

Jombang (beritajatim.com) – Ratusan santri Hifdzul Qur’an asrama Sunan Bonang dan Asrama Sunan Ampel PPMM (Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif) Denanyar Jombang melakukan potong rambut bersama-sama. Itu dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas disahkannya UU Pesantren belum lama ini.

“Selain sebagai ungkapan syukur atas pengesahan UU Pesantren, juga untuk menyongsong HSN (Hari Santri Nasional) yang jatuh pada 22 Oktober,” ujar pengasuh asrama Sunan Bonang H Jauharul Afif atau Gus Afif di sela acara, Jumat (27/9/2019).

Gus Afif menjelaskan, dengan adanya UU tersebut, secara otomatis pendidikan pesantren sudah diakui oleh pemerintah. Dengan begitu, pemerintah juga turut ambil bagian dalam membantu terlaksananya segala kegiatan di pesantren, termasuk soal pendanaan.

“Pesantren merupakan salah satu penopang berdirinya NKRI. Karena bukan rahasia lagi bahwa sejarah bangsa ini tidak terlepas dari jasa santri dan peran para kiai,” kata Gus Afif menambahkan.

Gus Afif saat membuka acara potong rambut di Pesantren Denanyar

Soal potong rambut berjamaah, Gus Afif membeberkan alasannya. Menurutnya, penampilan seorang santri harus menawan. Hal itu sesuai dengan karakter santri. “Nah, kalau rambut sudah rapi, maka masyarakat yang melihat juga akan senang. Terlihat rapi dan menawan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, sebanyak 300 santri dari asrama Sunan Bonang dan Sunan Ampel mengantre. Pemotongan rambut dilakukan secara bergantian dan berkelompok. Sedangkan tukang potong yang dilibatkan sebanyak 15 orang.

Mereka berasal dari tukang potong rambut profesional yang tergabung dalam BarberShop Jombang. Tentu saja, para santri sangat antusias mengikuti acara tersebut. Dengan memakai sarung mereka berjejar menunggu giliran.

“Sangat senang mengikuti acara ini. Yang lebih penting, ini sebagai bentuk syukur kami atas disahkannya UU Pesantren,” kata Muhammad Zidan, salah satu santri di sela antrean. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar