Peristiwa

Ratusan Rumah di Malang Rusak Parah, Posisinya di Atas dan Lereng Bukit

Malang (beritajatim.com) – Kerusakan parah ratusan rumah warga di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, akibat guncangan gempa bumi bermagnitudo 6,1 pada hari Sabtu (10/4/2021) lalu, diduga berada tepat pada jalur patahan bumi atau jalur bergeraknya gempa.

Salah satu saksi mata, Inayah (48), mengatakan, pada saat gempa bumi terjadi, posisi rumah seperti bergerak sangat kencang. Kondisi tanah terguncang dan merambat cepat.

“Tanah ini bergerak. Nah pergerakan tanah yang bergerak pas ada rumah diatasnya, rumah bisa langsung roboh. Saya masih ngeri kalau ingat itu. Jadi tanah ini berguncang, seperti berjalan cepat. Ketika guncangan dari dalam tanah itu mengenai rumah, langsung roboh. Hancur,” terang Inayah, Rabu (14/4/2021) di temui beritajatim.com di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

Pergerak tanah terus bergerak dan merobohkan apapun yang ada diatas tanah. “Bumi seperti bergerak cepat. Kalau rumah yang dilewati pergerakan tanah pasti hancur. Kemudian terus bergetar, kearah rumah belakang itu. Dan rumah itu hancur juga karena dilewati guncangan keras,” Paar Inayah.

Sebagai informasi, posisi Desa Jogomulyan dan Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, kontur tanahnya ada lembah, atau lereng berbukit. Desa ini dikelilingi perbukitan Kendeng di bagian selatan pulau Jawa. Akses telepon komunikasi dikawasan ini juga cukup sulit. Sehingga, saat gempa terjadi, laporan awal dampak kerusakan, tidak bisa terhubung ke luar desa.

Jarak desa keduanya dengan garis pantai Samudera Indonesia, atau Laut Selatan Jawa, hanya berkisar 15 hingga 17 kilometer saja. Sehingga, Kecamatan Tirtoyudo yang punya 12 desa ini, terbilang cukup dekat dengan epicentrum atau pusat gempa bumi berkekuatan 6,1 magnitudo pada Sabtu (10/4/2021) lalu.

Sementara itu, Iswahyudi (58), warga RT 1 Sumbermanggis, Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, menceritakan, pada saat gempa bumi, ia sedang mencari rumput untuk makan ternak. “Tanah tiba-tiba terangkat dan berguncang sangat keras. Saya sampai terjatuh, pas saat itu sedang mencari rumput,” ungkapnya.

Guncangan dahsyat gempa, mengakibatkan rumah Iswahyudi dan 11 rumah warga atau tetangganya, roboh nyaris rata dengan tanah. “Ada 11 rumah warga disini. Semua hancur. Ya kami berharap pemerintah bisa segera membangun kembali. Kalau bantuan sudah ada, cuma nasi bungkus dan beras saja. Sedang bantuan uang tunai untuk membangun kembali, juga belum ada,” pungkas Iswahyudi. [yog/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar