Peristiwa

Ratusan Ribu Jiwa di Pamekasan Terdampak Kekeringan

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 212.321 jiwa di kabupaten Pamekasan, terdampak kekeringan dan mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau tahun ini.

Berdasar catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, jumlah tersebut tersebar di sebanyak 325 dusun di 80 desa yang tersebar di 11 kecamatan berbeda di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

“Jumlah total warga terdampak kekeringan tahun ini, terdiri dari 71.032 kepala keluarga yang tersebar di 11 kecamatan berbeda di Pamekasan,” kata Kepala BPBD Pamekasan, Akmalul Firdaus, Jum’at (9/8/2019).

Total desa terdampak dinilai hampir sama dengan kejadian sebelumnya, yakni pada kemarau 2018 lalu. “Sebenarnya desa terdampak kekeringan pada tahun ini sama dengan tahun lalu, yakni tersebar di 80 desa. Hanya saja tahun ini lebih luas,” ungkapnya.

“Jadi pada tahun 2018 lalu, total kekeringan hanya terdapat di sebanyak 310 dusun di 80 desa berbeda. Hanya saja pada tahun ini tersebar di 325 dusun, sehingga ada tambahan sebanyak 15 dusun dibandingkan tahun lalu. Ini yang dimaksud lebih luas dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.

Dari 80 desa yang mengalami kekurangan air bersih tersebut, tercatat sebanyak 47 desa mengalami kekeringan dengan katagori langka. Sedangkan 33 desa lainnya berstatus kering kritis. “Kekeringan kritis terjadi karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang setiap hari. Jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan ketersediaan air bersih sejauh 3 kilometer bahkan lebih,” beber Akmalul Firdaus.

“Sementara yang dimaksud dengan kering langka, kebutuhan air di bawah 10 liter saja per orang, setiap hari. Dalam artian jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat, sekitar 0,5 kilometer hingga 3 kilometer,” sambung pria yang akrab disapa Firdaus.

Saat ini pihaknya tengah intens melakukan penanganan kasus kekeringan ini secara terintegratif, dengan melibatkan instansi dinas terkait di lingkungan Pemkab Pamekasan. “Penanganan jangka pendek yang kami lakukan adalah menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang dilanda kekeringan dan sudah kami lakukan,” tegasnya.

“Sedangkan penanganan jangka panjang masih kami komunikasikan dengan instansi terkait, salah satunya seperti yang disampaikan Pak Sekda (Totok Hartono) beberapa waktu lalu, yakni penyiapan embung kecil di berbagai desa terdampak kekeringan,” pungkasnya. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar