Peristiwa

Ratusan Pohon Penghijauan Jalan Dipotong, Warga Mengaku Kepanasan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah pedagang keliling yang biasa mangkal di tepian jalan Panglima Sudirman mengeluh kepanasan setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memotong seluruh pohon peneduh yang ada di sepanjang jalan tersebut.

Sebelumnya, para pedagang memanfaatkan pohon peneduh untuk mangkal setelah berkeliling menjajakan dagangannya. Ada juga pedagang makanan yang sengaja mangkal di bawah pohon peneduh untuk menyediakan makanan atau minuman bagi para pengunjung rumah sakit yang ada di jalan tersebut.

“Mau bagaimana lagi kita hanya masyarakat kecil, ya terima saja program pemerintah seperti ini,” ujar salah seorang pedagang di Jalan Panglima Sudirman, Rudi, menanggapi panasnya ruas jalan setelah adanya pemotongan pohon peneduh, Selasa (1/9/2020).

Biasanya setiap hari dia mangkal di Jalan Panglima Sudirman karena banyak dari pengunjung rumah sakit yang butuh makanan ringan. Namun, setelah adanya pemotongan pohon ini suasana di tepian jalan menjadi panas karena tidak ada peneduh. “Karena sekarang panas ya secara langsung berpengaruh juga terhadap pembeli yang mau makan di tempat jadi berkurang,” terangnya.

Sementara Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Hari Prasetyo mengatakan, pemotongan pohon peneduh dilakukan di Jalan Panglima Sudirman, Jalan Gajah Mada, Jalan Diponegoro, Jalan Untung Suropati, dan Jalan Kartini.

Pohon peneduh yang ada di sisi kanan dan kiri jalan dipotong hingga pangkal pohon. Setelah dilakukan pemotongan, akar pohon yang masih menempel itu akan dicabut hingga bersih. Pemotongan pohon penhijauan itu dilakukan karena usianya sudah tua dan akarnya mengganggu sistem drainasi yang ada di bawah.

“Sekarang kita sedang menyiapkan media tanam untuk mengganti tanaman baru yang dipotong. Setelah pengerjaan pemotongan selesai baru ditanam tanaman baru,” ungkapnya. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar