Peristiwa

Ratusan Petani Demo Tuntut DPRD Jember Berani Hadapi Bupati Faida

Jember (beritajatim.com) – Ratusan orang petani yang tergabung dalam Serikat Tani Independen (Sekti) berunjuk rasa di halaman gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Senin (30/9/2019). Massa datang bersamaan dengan penyelenggaraan sidang paripurna.

Ketua Sekti Jumain mengatakan, pihaknya ingin konflik agraria diselesaikan. “Sekti berdiri pada 1999 yang beranggotakan petani dari 12 titik yang bersengketa agraria, baik dengan PTPN, Perhutani, maupun PDP,” katanya.

Jumain mengatakan, Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2019 telah terbit dan diikuti pembentukan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di tingkat pusat dan provinsi. Ia menuntut GTRA juga dibentuk bupati di Jember.

“Jika bupati tetap pada pendiriannya, urusan tanah yang menangani langsung provinsi. Tapi bagaimana efektivitasnya,” kata Jumain.

“Kami menuntut pelaksanaan reformasi agraria sejati sesuai UU PA dan nawacita. Kedua, tolak RUU Pertanahan. Kami tak ingin ditunda. Silakan dicabut dan revisi pasal yang merugikan petani. Ketiga, segera bentuk GTRA. Keempat, jangan ada kriminalisasi terhadap petani,” kata Jumain.

Sementara itu, Asiruddin atau Pak Linggar, salah satu petani, menuntut DPRD Jember berani mendesak bupati untuk memperjuangkan petani. “Harus tertulis bahwa DPRD mendesak bupati agar membentuk GTRA. Apa gunanya punya DPRD kalau tak bisa mendesak,” katanya dalam bahasa Madura.

Parwakilan petani ditemui Wakil Ketu DPRD Jember Ahmad Halim, legislator Nasdem David Handoko Seto, legislator PDIP Tabroni, Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Alfian Nurrizal, Komandan Distrik Militer 0824 Letnan Kolonel La Ode M. Nurdin, Kepala Badan Pertanahan Nasional Jember. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar