Peristiwa

Ratusan Motor Balap Liar Diamankan, Ambilnya Harus Ajak Orang Tua

Malang (beritajatim.com) – Ratusan sepeda motor diamankan jajaran Polres Malang dari acara kerumunan balap liar di area Stadion Kanjuruhan, Minggu (10/1/2021) dinihari. Usai diamankan, pemilik ratusan sepeda motor itu disuruh mengambil di Stadion Kanjuruhan. Syarat harus mengajak orangtua masing-masing plus membawa bukti kepemilikan kendaraan bermotor.

Polisi terpaksa melibatkan orangtua dari ribuan anak muda yang diamankan. Kedatangan orangtua mereka, selain dilakukan pembinaan, generasi muda bisa menjadi contoh dan membantu pemerintah agar mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus Covid-19. Mereka juga diminta tidak mengulangi perbuatannya. Serta, tidak melakukan kegiatan dan berkerumun ditengah situasi pandemi Covid-19.

“Operasi ini merupakan kegiatan operasi yustisi. Kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa di area kanjuruhan ada kegitan balap liar tanpa ijin dan tidak menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat konferensi pers di Stadion Kanjuruhan, Minggu (10/1/2021).

Secara rinci, Hendri menerangkan dalam operasi itu pihaknya berhasil mengamankan lebih dari seribu orang, yang didominasi oleh remaja.

“Sedangkan kendaraan yang diamankan sebanyak 574 kendaraan roda dua,” tuturnya.

Diketahui, ratusan kendaraan itu banyak yang sudah dimodifikasi tidak sesuai dengan standart uji kelayakan. Motor yang tak layak, diminta untuk segera diperbaruhi seperti sediakala.

“Untuk sepeda motor yang semacam ini akan kita lakukan penilangan,” tegasnya.

Ditanya apakah ada sepeda motor yang ditemukan tidak dilengkapi surat-surat? Hendri mengatakan masih belum diketahui. Sebab, saat ini motor-motor itu masih dalam proses pengambilan oleh pemiliknya.

“Munkin Kamis (11/1/2021) besok baru diketahui, setelah motor yang surat-suratnya lengkap sudah diambil,” katanya.

Jika memang ditemukan ada yang suratnya tidak lengkap, maka Polres Malang akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait indikasi sepeda motor yang didapatkan apakah dari tindak kejahatan. Atau bukan.

Hendri berharap kegiatan balap liar semacam itu tidak terjadi lagi di seluruh kawasan Kabupaten Malang, khususnya di area Stadion Kanjuruhan.

“Apalagi mulai besok sudah mulai penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Jadi untuk mengantisipasi kita akan melakukan operasi semacam ini secara berkala,” tutupnya. [yog/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar