Peristiwa

Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung Dewan Ponorogo, Dukung Perdamaian di Papua

Massa aliansi mahasiswa Ponorogo peduli dekorasi.(foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Ratusan pengunjuk rasa kembali memadati jalan di depan gedung DPRD Ponorogo jalan alun-alun timur Ponorogo pada Rabu (25/9/2019). Mereka menamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa Ponorogo peduli demokrasi, terdiri dari beberapa perguruan tinggi di kota Reyog. Meliputi IAIN Ponorogo, Unmuh Ponorogo, Akafarma Sunan Giri, Stikes Buana Husada, juga ada mahasiswa dari Unipma Madiun.

“Kami mahasiswa di Ponorogo bersatu untuk menyuarakan aspirasi rakyat,” kata koordinator aksi M Amrulloh Iqbal, Rabu siang.

Dalam orasinya, para mahasiswa ini menyuarakan 4 hal untuk ditindak lanjuti oleh wakil rakyat. Yakni untuk meninjau ulang tentang revisi UU KUHP, segera menuntaskan kasus kebakaran hutan dan lahan, menghapus dan menuntaskan isu-isu diskriminasi dan rasis di Indonesia dan mendukung perdamaian di Papua.

“Kami akan turun lebih banyak lagi massa jika tuntutan ini belum ditanggapi . Bala perlu kami akan mengajak kawan-kawan mahasiswa se eks Karesidenan Madiun,” katanya.

Sementara itu pimpinan sementara DPRD Ponorogo beserta tujuh pimpinan fraksi sepakat mendukung tuntutan para mahasiswa. Yakni dengan mengirim surat kepada DPR RI yang berisi tuntutan tersebut. “Karena aspirasi itu bagian demokrasi, tuntutan mahasiswa akan dikirim ke Jakarta,” Sunarto, pimpinan sementara, ditemui awak media usai aksi.(end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar