Peristiwa

Ratusan Guru Madin di Kabupaten Malang Terima Bantuan Uang dan Sembako

Malang (beritajatim.com) – Guna memperingan dampak pandemi wabah corona di bulan suci Ramadan, sedikitnya 150 guru madrasah diniyah (Madin) di Kabupaten Malang menerima bantuan uang tunai dan paket sembako.

Bantuan itu digagas langsung Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Ahmad Fauzan bersama DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Malang. Bakti sosial digelar dengan membagikan beras sebanyak 10 kilogram dan uang Rp 100 ribu kepada ratusan guru madin yang terdampak pandemi virus corona atau covid-19 di Pondok Pesantren Darun Najah, Bululawang, Kabupaten Malang.

“Besok kita sudah menyambut bulan suci Ramadhan, minimal kehadiran kami membantu sedikit untuk meringankan beban guru madin, meskipun saya rasa itu sangat kurang. Dengan datangnya bulan Ramadan mudah-mudahan wabah corona di Indonesia dan seluruh dunia hilang,” kata Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Ahmad Fauzan, Kamis (23/4/2020).

Fauzan, sapaan akrabnya, mengatakan bantuan tersebut diserahkan ke ratusan guru madin di Kabupaten Malang atau 1.800 dari jumlah total guru Madin se-Kabupaten Malang. “Alhamdulillah dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang sebagian sudah tercover bantuan ini. Saya berharap politisi dan pengusaha yang lain ikut tergerak untuk melihat kondisi guru madin. Karena adanya wabah covid-19 ini mereka masih banyak yang belum dapat bantuan dari pemerintah,” ungkapnya.

Politisi Partai Golkar itu berharap, kegiatan bakti sosial kali ini dapat menjadi contoh nyata bagi para politisi dan pengusaha di Kabupaten Malang. Sehingga, para politisi dan pengusaha tersebut diharapkan dapat tergerak untuk menyalurkan bantuan ke warga terdampak covid-19, seperti guru madin.

“Karena kondisi guru-guru madin di tingkat desa-desa itu kehidupan dan kesejahteraannya sangat miris, sangat sedih sekali. Jadi dengan kegiatan saya hari ini minimal memberi hikmah dan mengajak temen-teman yang lain untuk ikut berpatisipasi melihat kondisi guru-guru madin di Kabupaten Malang,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPC FKDT Kabupaten Malang, Nasrul Marwazi, menyebutkan kegiatan bakti sosial ini telah diselenggarakan di enam titik dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang. Dia mengaku penyaluran bantuan ini masih belum maksimal karena keterbatasan waktu jelang bulan Ramadan.

“Kami sangat berterimakasih sekali karena sudah peduli di tengah covid-19 kepada warga madin. Harapan kita kegiatan ini bisa diikuti oleh para pemangku-pemangku kebijakan daerah, para anggota dewan yang lain untuk senantiasa berpikir bagaimana mensejahterakan guru madin kedepannya,” katanya.

Terpisah, salah satu guru madin, Komarudin, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Sebab, guru madin yang rata-rata berpenghasilan Rp 50-100 ribu per bulan cukup terdampak selama masa pandemi covid-19.

“Saya mewakili dari sebagian guru madin di Kabupaten Malang sangat berterimakasih dengan bantuan ini. Karena kondisi kami di lapangan tidak tersentuh oleh berbagai instansi. Apalagi masa seperti ini kalau tidak ada yang bantu gimana nasib kami,” pungkasnya. [yog/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar