Peristiwa

Rapid Test Kedua pada Santri Temboro, Satu Reaktif

Foto: Ilustrasi

Ponorogo (beritajatim.com) – Satgas Penanggulangan Covid-19 mencatat ada 57 santri dan orang yang berkaitan, pulang dari Pondok Temboro Magetan. Dari jumlah tersebut, ada 3 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, setelah rapid test dan Swabnya menunjukan hasil positif.

Satgas menomorinya sebagai pasien positif nomor 10, 11, dan 12. Sedangkan 54 sisanya, rapid test hasilnya non reaktif. Dan menjalani isolasi di balaidesa dan gedung SD.

“Setelah 14 hari isolasi, mereka secara berkala akan dilakukan rapid test untuk yang kedua kalinya,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Jumat (8/5/2020).

Saat ini, kata Ipong sudah ada 16 orang yang dilakukan rapid test kedua. Hasilnya, sebanyak 15 orang menunjukkan non reaktif, sedangkan satu sisanya reaktif. Dengan hasil tersebut, maka satgas tetap memerintahkan yang reaktif itu untuk isolasi lagi di balai desa. Sebab yang bersangkutan juga tidak menunjukkan gejala.

“Seorang yang rapid test kedua hasilnya reaktif ini, juga sudah kita lakukan test Swab dan hasilnya belum diketahui,” kataya.

Ipong menambahkan sejak seminggu yang lalu, kedatangan santri dari Pondok Temboro Magetan sudah tidak ada. Hal tersebut sebagai bukti bahwa dirinya dulu pernah menyurati bupati Magetan dan Pimpinan Pondok di Temboro dikabulkan.

Dalam surat itu, Ipong meminta untuk sementara waktu pondok tersebut dilockdown atau dilakukan isolasi. Santri yang ada di dalam pondok tidak boleh keluar, begitupun sebaliknya.

“Alhamdulillah seminggu ini tidak ada lagi laporan santri dari sana yang masuk Ponorogo,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar