Peristiwa

Ramai Pengunjung, Lokasi Banjir di Jombang Mirip Tempat Wisata

Jalan di Desa Bandar Kedungmulyo Jombang disesaki kendaraan, Minggu (7/2/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Ketinggian banjir di Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo Jombang mulai berkurang. Jalan yang menghubungkan antardesa yang sebelumnya lumpuh karena tergenang air, kini sudah bisa dilewati, Minggu (7/2/2021).

Nah, hal itulah yang dimanfaatkan oleh banyak orang untuk masuk ke desa tersebut. Kedatangan mereka berbagai macam tujuan. Ada yang sekadar melihat-lihat, ada juga yang mengirimkan bantuan. Kondisi itu menimbulkan kemacetan di jalan desa Bandar Kedungmulyo.

Kendaraan roda empat dan roda dua hilir mudik di jalan tersebut. Padahal jalan desa tidak begitu lebar. Sudah begitu sepanjang tepi jalan banyak sepeda motor yang diparkir. Praktis, sejumlah petugas nampak sibuk mengatur lalu lintas. Bahkan ada kendaraan yang diminta untuk balik kanan.

“Jalannya ramai. Banyak kendaraan keluar masuk. Karena jalan sempit, jadinya arus kendaraan merambat. Itu terjadi sejak tadi pagi,” kata Suji, salah seorang yang berdiri di tanggul Sungai Brantas tempat warga mengungsi.

Kendaraan roda empat yang masuk ke desa tidak jarang berhenti di tepi jalan guna menyerahkan paket bantuan ke pengungsi yang ada di tanggul Sungai Brantas. Itu berlangsung secara bergantian. Karena memang para pengungsi membangun tenda darurat sepanjang tanggul tersebut. Nah, tepat di bawah tanggul itulah jalan yang menghubungan antardesa.

Seperti diketahui, pada Sabtu (6/2/2021) pagi, jalan tersebut tergenang air hingga setinggi pusar. Namun mulai Minggu (7/2/2021) air surut. Jalan pun bisa dilewati. “Benar, kondisinya tadi pagi seperti itu. Banyak kendaraan yang mengirimkan bantuan langsung ke pengungsi,” kata Supervisor Pusdalops BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jombang Stevie Maria.

Warga Desa Bandar Kedungmulyo yang menggungsi di atas tanggul Sungai Brantas dengan mendirikan tenda terpal, Sabtu (6/2/2021)

Agar keruwetan di lokasi tida terjadi, pria yang akrab dipanggil Pepi ini mengimbau agar yang mengirimkan bantuan diserahkan terlebih dulu di posko bencana, yakni di Kantor Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

Dari situ tim relawan akan melaukan pendataan dan pendistribusikan ke pengungsi. “Sebenarnya alurnya seperti itu. Ke posko utama dulu, kemudian relawan yang akan mendistribusikan. Itu lebih efektif,” katanya.

Namun demikian, Pepi tidak bisa melarang para pengirim bantuan menyerahkannya ke pengungsi langsung. Pihaknya hanya bisa mengimbau. “Kami tidak bisa melarang orang memberi bantuan. Namun mekanisme yang benar melalui posko bencana. Sehingga tida terjadi kemacetan seperti di Desa Bandar Kedungmulyo,” pungkasnya. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar