Peristiwa

Ramadan Jangan Hanya Jadi Ajang Berburu Pahala

Abdul Muqiet Arief, mantan wakil bupati Jember, Jawa Timur, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Falah [foto: Oryza A. Wirawan]

Jember (beritajatim.com) – Ramadan adalah bulan penuh berkah yang ditunggu umat Islam. Namun umat Islam disarankan tak hanya terpaku pada perburuan pahala.

Abdul Muqiet Arief, mantan wakil bupati Jember, Jawa Timur, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, memaklumi, bahwa berburu pahala pada bulan suci ini adalah hal yang jamak. “Di balik perintah puasa di bulan ini ada tuangan rahmat, maghfirah, dan pembebas dari siksa neraka. Selain itu, di bulan agung ini segala macam bentuk ibadah dan amal saleh berlipat ganda balasan pahala dari Allah,” katanya.

Jadi tak heran jika kemudian umat Islam dari berbagai strata sosial dan ekonomi dengan bersemangat menjalankan ibadah, dengan memadati masjid dan musala, mengisi malam dengan panjatan doa dan bertadarus, membaca ayat-ayat suci Alquran.

“Namun ibadah puasa Ramadan tidak seharusnya hanya menjadi ajang berburu pahala. Perlu disertai dengan niat yang sungguh-sungguh untuk mengantarkan diri ini menjadi hamba Allah yang semakin rajin dan baik dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya,” kata Muqiet.

“Bila kita renungkan firman Allah yang berisi tentang kewajiban ibadah puasa dalam Alquran Surat Al-Baqarah 183, di sana dengan gamblang dikatakan, main goal atau tujuan utama diwajibkannya ibadah puasa Ramadan adalah untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt,” kata Muqiet.

“Ketakwaan punya ukuran yang jelas, yakni dalam beribadah mahdhah dan ghairu mahdhah, bertutur kata, berkomentar di media sosial, berpola pikir, dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Untuk sampai ke kondisi pribadi yang ideal, perlu upaya dan ikhtiar nyata. Sunnatullah mengajarkan kita demikian,” kata pria berkacamata ini. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar