Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Ramadan, Ini Pesan Gus Miftah untuk Karyawan PT Kitoshindo Group Mojokerto

Gus Miftah saat mengisi acara 'Buka Puasa Bersama Gus Miftah' yang digelar PT Kitoshindo Group di Gedung Astoria Kota Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Intoleransi menjadi ancaman saat ini. Hal tersebut disampaikan Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah saat ‘Buka Puasa Bersama Gus Miftah’ yang digelar PT Kitoshindo International Biotech (Kitoshindo Group) di Gedung Astoria Kota Mojokerto.

“Intoleransi menjadi ancaman saat ini. Makanya jika adik-adik, bapak-ibu, mas-mas ingat, Ramadan tahun kemarin saya trending tweeter sampai satu minggu. Viral gara-gara saya ceramah di GBI Amanat Agung, Penjaringan, saya di bully habis-habisan,” kisahnya, Minggu (17/4/2022).

Di posting oleh Deddy Corbuzier dan dilihat netizen sebanyak 15 juta selama dua hari serta dikomentari lebih dari 100 ribu komentar. Ia pun menegaskan tidak sakit dengan guyonan khas Gus Miftah terkait reaksinya terkait viral ceramahnya tersebut, karena komentar netizen tersebut tidak ada yang dibaca.

“Kalian tahu, gara-gara itu saya ceramah tentang kebhinekaan, tentang pancasila, tentang merah putih, tentang toleransi, saya diundang oleh Wali Kota Los Angeles, Amerika Serikat. Makanya apa? Puasa itu melahirkan rasa cinta. Contoh saya ditanya wartawan, sepakat tidak bulan Ramadan semua restoran tutup?,” ujarnya.

Gus Miftah menegaskan, tidak setuju. Karena Indonesia majemuk, tidak semua orang Islam. Ada Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khonghucu. Jika semua restoran ditutup saat bulan Ramadan, mereka yang memeluk selain muslim akan makan dimana. Sehingga Gus Miftah tidak sepakat orang berpuasa harus dihormati.

“Kenapa? Karena puasa saya untuk Allah. Artinya saya berpuasa tidak untuk dihormati. Tetapi puasa akan melahirkan pribadi yang terhormat. Jika kamu puasanya perlu dihormati, yang didapat hanya cuma penghormatan tok. Kamu puasa ya? Hormat. Kita juga tahu hikmah puasa itu apa?,” katanya.

Yakni agar mengerti penderitaan orang miskin yang setiap hari tidak bisa makan. Artinya jika tersinggung hanya karena restoran di buka saat bulan Ramadan, lanjut Gus Miftah, maka harus malu dengan orang miskin. Karena orang miskin sepanjang tahun tidak bisa membeli di restoran.

“Maka saya bilang kenapa mulut orang puasa itu bau, karena supaya mereka diam. Supaya bulan Ramadan banyak diamnya, maka ada yang mengatakan diam itu emas. Kalau istri mu minta emas maka diam lah. Waktu adalah uang, kalau ada yang mengatakan tidak punya waktu berarti tidak punya uang. Jika istri mu minta uang maka kasih waktu,” kelakarnya.

Gus Miftah menambahkan, puasa adalah untuk menumbuhkan rasa cinta sehingga saat melihat orang yang berbeda tidak benci. Ia pun bercerita jika Pondok Pesantren (Ponpes) miliknya di Jogjakarta berada di antara pemukiman orang Kristin hampir 60 persen.

“Istiqomah itu berat, iya. Yang ringan itu istirahat. Dan menjalaninya harus ikhlas. Puasa ini akan melahirkan pribadi yang terhormat dengan rasa cinta sesama. Hormati teman mu apapun sukunya. Makanya orang puasa itu yakin, yakin akan ada adzan maghrib. Berbuka lah dengan yang menyehatkan karena yang manis susah didapatkan. Selamat berbuka puasa,” tegasnya.

Sementara itu, Chief Operational Officer (COO) PT Kitoshindo Group, Hernando Karsten Wilianto mengatakan, buka bersama karyawan-karyawati dan anak yatim rutin digelar perusahan yang memproduksi kosmetik dan obat tradisional setiap bulan suci Ramadan.

“Selain itu, juga dengan masyarakat kurang mampu yang ada di sekitar area perusahaan kami. Setiap tahun. Jadi mulai awal berdirinya perusahaan ini, selalu kami melakukan kegiatan ini setiap tahun. Kemarin sempat terhenti karena pandemi, ini tahun pertama kita gelar lagi acara buka bersama di bukan Ramadan ini,” tambahnya.

Ada sebanyak 200 anak yatim dan 100 janda di sekitar lokasi yang mendapatkan santunan kali ini. Masih kata Nando (sapaan akrab, red), pihaknya berharap PT Kitoshindo Group dapat memberikan manfaat bagi karyawan-karyawati. Sehingga perusahaan juga bisa bermanfaat bagi masyarakat di sekitar area perusahaan. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar