Peristiwa

Raih PWI Jatim Award, Bupati Sumenep: Ini Kejutan di Akhir Jabatan

Sumenep (beritajatim.com) – Bupati Sumenep, A. Busyro Karim menerima pemghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur bidang pemerintahan. PWI Award tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PWI Jawa Timur, Ainur Rochim di rumah dinas bupati, Selasa (28/4/2020).

“Penghargaan ini benar-benar sebuah kejutan bagi saya pribadi, di akhir masa jabatan saya sebagai Bupati di Sumenep,” kata A. Busyro Karim.

Menurutnya, untuk PWI Award ini berbeda dengan penghargaan-penghargaan lain yang telah ia peroleh sebelumnya. Untuk penghargaan lain, dirinya sudah bisa membayangkan bahwa akan meraih anugerah tersebut. Namun untuk PWI Award, baginya sangat luar biasa bisa mendapatkannya, apalagi di bidang pemerintahan.

“Saya tahu sendiri kalau semua kepala daerah di Jawa Timur ini berlomba-lomba melakukan hal-hal yang bisa meningkatkan kemajuan daerahnya. Jadi persaingannya pasti ketat. Tapi ternyata penghargaan ini jatuh ke Sumenep. Bagi saya, ini benar-benar luar biasa,” ucapnya.

Ia menduga, salah satu penilaian lebih bagi Sumenep adalah tidak mudah memimpin Kabupaten paling ujung Madura ini dibandingkan daerah lain. Salah satunya adalah banyaknya wilayah kepulauan yang dimiliki.

“Bayangkan. Di sini ada 126 pulau. Kemudian dari sisi luas wilayah, Sumenep ini luasnya hampir se-Jawa Timur. Jadi memang tidak mudah untuk memimpin di Sumenep,” ujarnya.

Sementara Ketua PWI Jatim, Ainur Rochim menjelaskan, ada 18 tokoh yang mendapat penghargaan, termasuk Bupati Sumenep. Ia meminta maaf tidak bisa melakukan penyerahan piagam saat resepsi Hari Pers Nasional (HPN) 2020 karena pandemi Covid-19.

“Kami sudah merencanakan dengan baik untuk kepentingan HPN 2020. Namun ternyata ada wabah Covid-19, sehingga kami harus mengubah mekanisme penyerahan hadiah. Karena itu, kami harus meminta maaf pada pak Bupati,” ujarnya.

Menurutmya penghargaan itu sebagai bentuk komitmen bahwa media massa selain memiliki fungsi kontrol sosial, juga memberikan apresiasi terhadap kerja positif pemerintah.

“Kami harus menyeimbangkan fungsi kontrol sosial media massa dengan aspek apresiasi. Dan dalam catatan kami, sejak 15 tahun lalu, Bupati Sumenep ini adalah kepala daerah pertama yang menerima penghargaan ini,” terangnya. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar