Peristiwa

PWI Mojokerto Buka Posko Pengaduan Dampak Covid-19

Mojokerto (beritajatim.com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto membuka posko pengaduan dampak virus corona (Covid-19). Posko yang berlokasi di kantor PWI Mojokerto di Jalan Gajah Mada No 149 Kota Mojokerto ini didirikan untuk menampung masyarakat yang memiliki keluhan di tengah pandemi Covid-19.

Posko pengaduan bisa melalui online maupun offline. Secara offline, masyarakat bisa langsung mendatangi Posko Pengaduan Dampak Covid-19, sedangkan di jalur online masyarakat bisa menghubungi layanan empat nomor Whatshapp (WA). Yakni 081615114114, 0812176137386, 08113464771 dan 081331202929.

Ketua PWI Mojokerto, Diak Eko Purwoto mengatakan, posko tersebut didirikan untuk melayani pengaduan masyarakat karena selamat ini belum ada. “Posko bantuan sudah banyak tapi untuk posko pengaduan yakni saat warga terdampak harus menyampaikan aspirasi, belum ada,” ungkapnya, Kamis (23/4/2020).

Masih kata wartawan televisi nasional ini, Posko Pengaduan Dampak Covid-19 PWI Mojokerto dibentuk sebagai kanalisasi pengaduan, bukan mengambil peran Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 yang ada di daerah. Namun lebih kepada menerima pengaduan warga terdampak Covid-19 yang butuh solusi.

“Bagi masyarakat yang merasa kesulitan mengakses pelayanan yang diberikan pemerintah daerah terkait covid-19, baik itu layanan kesehatan maupun layanan lainnya kami persilakan mengadu untuk langsung kami tindaklanjuti. Seperti saat ini, banyak penertiban PKL tapi tidak memikirkan dampaknya,” katanya.

Seperti bantuan tidak tepat sasaran tapi warga tidak tahu mengadu kemana. Sehingga Posko Pengaduan Dampak Covid-19 PWI Mojokerto dibentuk. Namun ada beberapa ketentuan agar pengaduan masyarakat bisa ditindaklanjuti oleh Posko Pengaduan Dampak Covid-19 PWI Mojokerto.

“Identitas pengadu harus jelas dibuktikan dengan KTP atau kartu identitas lainnya. Pengaduan berkorelasi dengan pandemi covid-19, bukan layanan reguler. Setiap pengaduan yang bisa dipertanggungjawabkan pasti kami tindaklanjuti. Sebaliknya jika pengaduannya tidak jelas, cenderung subyektif. Tentunya tidak akan kami tindaklanjuti,” jelasnya.

Masih kata Diak, tindak lanjut pengaduan dilakukan secara profesional sesuai koridor jurnalistik serta mengedepankan asas membangun motivasi dan semangat kepada masyarakat menghadapi pandemi Covid-19. Yakni dengan pemberitaan yang berimbang dengan tetap berpegang pada integritas dan profesionalisme.

“Dari laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan cara ditelusuri dan nantinya akan dijembatani. Intinya memberikan wadah kepada warga terdampak karena selama ini pemerintah fokus dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Padahal, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, warga sangat butuh ketenangan dan rasa percaya diri yang tinggi,” tegasnya.

Karena dengan banyaknya posko bantuan Covid-19, lanjut Diak, memunculkan banyak resiko bantuan ridak tepat sasaran. Meski didirikan untuk pengaduhan, tak menutup kemungkinan jika ada yang ingin menyalurkan bantuan maka dipersilahkan. Di posko akan ada yang piket di lima hari kerja. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar