Peristiwa

PVMBG Juga Tinjau Jalan Amblas Ponorogo – Pacitan

Kabid Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Kementerian ESDM Agus Budianto(foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Tim ahli geologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung ikut meninjau langsung amblasnya salah satu ruas jalan Ponorogo-Pacitan. Tepatnya di kilometer 226 Jatim/kilometer 32 Ponorogo, masuk Desa Wates Kecamatan Slahung. Dalam pemeriksaannya, mereka menyebut jika struktur batuan yang berada di bawah jalan merupakan jenis batuan yang mudah lepas. Sehingga menyebabkan mudah untuk menyerap air.

“Karena ini musim hujan dan airnya terus bergerak, material tanah maupun batuannya akhirnya ikut mengalir sehingga terjadi longsor ini,” kata kata Kabid Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Kementerian ESDM Agus Budianto, Minggu (23/2/2020).

Selain itu lokasi jalan yang amblas itu dibatasi dengan tebing jurang. Makin berpotensi longsor jika air ini mengalir ke jurang tersebut. Jadi untuk mencegah kelongsoran atau amblasnya jalan ini, agar air jangan dialirkan ke sisi yang ada tebing jurangnya. Lebih baik dibuatkan saluran yang berada di sisi lainnya atau kalau dari arah Ponorogo, sisi kanan. Bukan sisi kiri yang berbatasan langsung dengan jurang.

“Jadi yang kita kendalikan airnya jangan sampai mengalir ke tebing jurang, karena batuannya batuan lepas yang berada di dalam jalan akan mudah longsor jika air meresap ke dalam,” katanya.

Selain tim PVMBG juga memberikan saran untuk memperkuat sisi kiri yang berbatasan langsung dengan tebing jurang. Karena didalam jalan ini jenis batuan lepas, maka di sisi kanan sekali lagi dibuat saluran air yang kedap. Jangan sampai air meresap ke dalam.

“Jangan sampai mengarahkan air ke sisi kiri yang berbatasan langsung dengan tebing jurang yang dibawahnya ada saluran sungai,” pungkasnya.

Sekedar diketahui tim PVMBG ini berada di Ponorogo sejak hari Kamis (20/2/2020) lalu. Di bumi reyog, mereka melakukan pemeriksaan zona rawan tanah gerak yang berada di Desa Tugurejo Kecamatan Slahung. Selain itu juga melakukan pengecekan terhadap lokasi relokasi SDN 2 Tugurejo yang harus dipindah akibat berada di zona rawan tanah gerak tersebut. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar