Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Punya Nama 19 Kata, Balita di Tuban Tidak Bisa Urus Akte Kelahiran

Balita dengan nama 19 kata asal Desa Ngujuran, Kec Bancar, Tuban saat bersama dengan ayahnya.

Tuban (beritajatim.com) – Gara-gara memiliki nama yang panjangnya sampai dengan 19 kata atau sekitar 120 huruf belum termasuk dengan spasi, seorang bocah asal Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban yang sebentar lagi menginjak usia tiga tahun masih belum bisa untuk memiliki Akta Kelahiran, Rabu (6/10/2021).

Pasalnya, saat orang tua dari bocah itu melakukan pengurusan untuk pembuatan Akta Kelahiran selalu tidak bisa diproses dan berkasnya dikembalikan oleh pihak Dispenduk.

Hal tersebut dikarenakan nama bocah itu terlalu panjang dan tidak bisa masuk dalam aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang hanya terbatas sebanyak 55 karakter.

Balita yang tidak bisa untuk dilakukan pengurusan pembuatan Akte Kelahiran itu bernama lengkap Rangga Madhipa Sutra Jiwa Cordosega Akre Askhala Mughal Ilkhanat Akbar Sahara Pi-Thariq Ziyad Syaifudin Quthuz Khoshala Sura Talenta. Balita tersebut merupakan anak kedua dari pasangan suami istri Arif Akbar dan Suci Nur Aisiyah.

Arif Akbar, ayah dari Balita yang memiliki nama 19 kata itu menyatakan bahwa untuk pemberian nama yang panjang tersebut dengan harapan supaya anaknya mempunyai nalar yang panjang. Yang mana nama tersebut didapatkan dari Mujoko Sahid, paman dari anak itu yang merupakan seorang tokoh adat yang ada di Kecamatan Bangilan, Tuban.

“Terkait dengan nama saya yang panjang itu, biar anak saya punya penalaran panjang sepanjang namanya itu,” terang Arif Akbar (31), warga Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban yang merupakan ayah dari anak yang punya nama 19 kata itu.

Orang tua dari balita dengan nama panjang 19 kata saat menunjukkan surat terbuka untuk presiden.

Bocah yang diberikan nama panjang hingga 19 kata itu memiliki nama panggilan Cordo dan lahir pada tanggal 6 Januari 2019 lalu. Nama balita itu viral setelah orang tuanya tidak bisa membuatkan atau mengurus Akte Kelahiran untuk anaknya itu dan kemudian membuat surat terbuka kepada presiden.

“Saya berusaha untuk mengurus Akte itu sudah sejak anak saya setelah lahir, tapi masih terus dikembalikan. Terakhir beberapa hari lalu sudah saya ajukan kembali, tapi juga belum ada kejelasan,” tambahnya.

Karena tak kunjung ada kejelasan dari pihak Dukcapil, keluarga anak itu berusaha untuk melakukan klarifikasi terkait dengan pengurusan Akte Kelahiran itu. Namun, karena namanya terlalu panjang, pihak keluarga sempat disarankan untuk mengubah nama anak tersebut supaya bisa untuk melakukan pengurusan Akte.

Setelah tidak ada solusi dari pihak Dukcapil Tuban dan anaknya masih belum bisa mendapatkan Akte Kelahiran, akhirnya Arif Akbar memuliskan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Yang mana dalam suratnya kepada presiden itu, ia berharap anaknya bisa mendapatkan Akte Kelahiran sesuai dengan nama yang telah diberikan.

“Harapannya dengan menulis surat ini supaya segera bisa terrealisasi dapat Akte. Karena sebentar lagi anak saya sudah tiga tahun dan tahun depan juga sudah mulai sekolah,” paparnya.[mut/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar