Peristiwa

Puluhan Warga Demo di Depan Pendapa Wahyawibawagraha Jember

Jember (beritajatim.com) – Kurang lebih 20 orang warga berunjuk rasa di depan Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (21/1/2020).

Para pengunjukrasa mendesak agar Bupati Faida mengundurkan diri. Mereka membawa sejumlah poster dan spanduk yang berisi kecaman terhadap persoalan pada masa Bupati Faida. Salah satunya adalah persoalan tidak adanya rekrutmen calon pegawai negeri sipil di Jember.

Jumadi, salah satu demonstran, sempat memaksa masuk ke dalam pendapa. Namun polisi melarangnya. Akhirnya para demonstran meneruskan orasi di tengah terik matahari.

Kustiono Musri, salah satu demonstran mengatakan, aksi tersebut adalah akumulasi aksi-aksi sebelumnya. “Kami menganggap pemerintahan Bupati Faida sudah di luar konstitusi,” katanya.

Kustiono mengecam penolakan Faida terhadap pelaksanaan hak angket oleh DPRD Jember. “Konstitusi yang dibuat pemerintah pusat dengan susah payah, berkeringat, butuh waktu dan dana, begitu gampangnya dinafikan,” katanya.

Kustiono bersyukur persoalan di Jember mendapat perhatian dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. “Begitu Pak Tito menjabat Mendagri, alhamdulillah aspirasi kami mulai didengar,” katanya. Mendagri mengeluarkan surat perintah pencabutan 30 peraturan bupati mengenai kedudukan susunan organisasi dan tata kerja organisasi pemerintah daerah dan pencabutan belasan surat keputusan mutasi yang dikeluarkan Pemkab Jember.

Sementara itu, Bupati Faida pada sehari sebelumnya sudah menyatakan penghargaan terhadap penggunaan hak angket oleh DPRD Jember. Namun ia juga mengevaluasi penggunaan hak itu.

“Dari hasil evaluasi tersebut banyak hal yang kami kritisi mengenai pelaksanaan hak angket ini. Namun demikian kami menghargai hal-hal yang jadi perhatian Dewan, menghargai monitoring yang dilakukan Dewan,” katanya, Senin (20/1/2020). Para demonstran gagal bertemu Faida. Akhirnya mereka membubarkan diri. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar