Peristiwa

Puluhan Siswa SLB Belajar Budidaya Tanaman Sayur dan Pupuk Kompos dari PG

Gresik (beritajatim.com) – Puluhan siswa SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, belajar budidaya tanaman sayur, dan pembuatan pupuk kompos dari PT Petrokimia Gresik (PG), di lahan bekas pembuangan sampah seluas 1.000 m2.

Sebelum melakukan budidaya tanaman sayur serta pembuatan pupuk kompos. Siswa SLB tersebut terlebih dulu diberi pelatihan selama tiga hari bersama pendamping.

Salah satu pendamping yakni Fadil (54) menuturkan, ada suka dan duka melatih siswa SLB terkait dalam kegiatan budidaya tanaman sayur. Pasalnya, melatih siswa SLB harus sabar serta telaten.

“Kendalanya memang ada salah satunya faktor komunikasi. Sebab, saat berkomunikasi harus menggunakan bahasa isyarat,” tuturnya di sela-sela Penutupan Pembekalan dan Praktik
Budidaya Tanaman Sayur dan Komposting di Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik, Kamis (2/01/2020).

Bagi Fadil dengan pengetahuan yang dimiliki. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini. Siswa SLB diharapkan bisa mandiri dan tidak tergantung dari orang lain selepas menamatkan pendidikan SMA.

“Siswa SLB yang mengikuti pelatihan ini. Kemauannya sangat kuat, dan keinginan tahuannya juga kuat sewaktu saat diberi pelatihan,” ujarnya.

Pembina SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Cut Laura Kusworo yang juga istri Kapolres Gresik mengatakan, pelatihan ini bekal yang sangat bermanfaat bagi siswa SLB. Sehingga, tidak kalah kreatif dengan siswa lainnya.

“Pelatihan yang digelar oleh PG waktunya sangat tepat karena mereka sedang libur, dan tidak ada kegiatan. Kalau kesulitasn kecil ada tapi berkat bimbingan tenaga profesional anak-anak difabel bisa mempratekkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirut PT Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menyatakan kegiatan bercocok tanam ini bukan hanya untuk lingkungan sendiri tapi bermanfaat bagi orang lain. Budidaya tanaman seperti ini bisa memberikan dampak psikologis dan motorik harapannya siswa SLB bisa mandiri.

“Kami ingin terus berkolaborasi supaya bisa meningkatkan kualitas hidup melalui kontrbusi budidaya tanaman. Uniknya penyiraman budidaya tanaman tersebut menggunakan air bekas wudhu dari Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik. Sehingga, tak ada setetes pun air yang dibuang. Hasilnya, tanaman sayur seperti tomat, cabe, sawi, dan terong bisa tumbuh segar,” pungkasnya. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar