Peristiwa

Puluhan Santri Pulang ke Tuban, Mereka Diminta Tak Kluyuran

Tuban (beritajatim.com) – Sebagai upaya dari pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19, puluhan santri yang sedang libur dan akan pulang ke rumahnya masing-masing harus menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu saat masuk di wilayah Kabupaten Tuban, Minggu (12/4/2020).

Terdapat puluhan santri dari Pondok Pesantren Gontor dan juga Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto yang hari ini tiba di Kabupaten Tuban untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Mereka dilakukan pemeriksaan kesehatan di titik masuk Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban dan di terminal Kebonsari, Kota Tuban.

Data yang dihimpun beritajatim.com, sejumlah santri yang sedang libur menjelang bulan Ramadhan dan pulang ke desa masing-masing pada hari ini ada sebanyak 85 anak-anak. Yakni sebanyak 67 santri berasal dari Ponpes Gontor dan 18 yang berasal dari Ponpes Amanatul Ummah Mojokerto.

“Untuk yang dari Pondok Pesantren Gontor susah datang pagi tadi dan dilakukan pemerikaan di kantor Kecamatan Widang. Dan sore ini yang dari Ponpes Amanatul Ummah ada 18 orang,” terang Didik Purwanto, Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Tuban.

Didik menjelaskan, sebagai upaya untuk pencegahan penyebaran virus itu, tim Gugus Tugas Kabupaten Tuban menjalankan protokol kesehatan terhadap para santri yang datang. Yakni mereka dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan kesehatannya serta dilakukan deteksi apakah para santri mengalami gejala sakit atau tidak.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung di terminal Kebonsari Tuban itu tim kesehatan mendapati salah satu santri yang mengalami suhu panas tinggi dan juga batuk. Yakni suhu tubuhnya santri asal Kecamatan Palang itu saat dilakukan pemerikaaan dengan menggunakan thermogun itu mencapai 39,02 drajat.

“Tadi saat dilakukan pemeriksaan, dia batuk dan suhu tubuhnya agak tinggi 39,2. Selanjutnya akan dipantau langsung oleh Puskesmas Palang sebagai tempatnya berdomisili. Insya Allah kalau lihat fisiknya masih sehat, mungkin faktor kelelahan dan sebagainya,” tambah Kepala Kesbangpol Tuban setelah peneriksaan para santri itu.

Sementara itu, untuk puluhan santri yang baru tiba di Kabupaten Tuban setelah dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatannya kemudian dijemput oleh orang tua mereka masing-masing. Selanjutnya saat tiba dirumah mereka diminta untuk melapor ke pihak RT maupun desa tempat domisili.

“Kita meminta semuanya yang baru datang untuk melakukan isolasi diri secara pribadi di rumah masing-masing selama 14 hari dan jangan sampai keluyuran keluar rumah. Kalau memang terpaksa keluar harus menggunakan masker, dan jika yang ada mengalami sakit harus segera untuk periksa,” pungkas Didik Purwanto, yang juga sebagai tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban.[mut/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar