Peristiwa

Puluhan Relawan di Malang Cari Balita Hilang Misterius

Malang (beritajatim.com) – Puluhan relawan berupaya membantu keluarga Danang (38), warga Desa Bululawang, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, dalam mencari anaknya, Bagus Satyo Romadhan yang hilang sejak Kamis (15/10/2020) lalu sekitar pukul 13.00.

Hingga kini, kabar hilangnya bocah berumur 1,5 tahun itu masih simpang siur. Dugaan sementara, Bagus hilang diculik orang atau hanyut di aliran sungai yang tak jauh dari rumahnya.

Hanya saja, sekitar 50 orang relawan tampak memusatkan pencarian pada aliran sungai yang hingga saat ini masih menjadi dugaan terkuat.

Untuk mencari jejak Bagus, tim relawan sampai harus masuk air pada aliran sungai. Bahkan teras salah satu rumah warga yang menjadi jalur aliran sungai tersebut juga digali, untuk mencari titik terang atas hilangnya balita tersebut.

“Karena memang pada saat kejadian tidak ada saksi maupun bukti-bukti yang kuat, jadinya segala upaya kita lakukan,” ungkap Kasi Advokasi SAR Trenggana Malang Raya, Nur Hidayat, Sabtu (17/10/2020).

Puluhan relawan yang turut melakukan pencarian tersebut, kata Hidayat, terdiri dari SAR Trenggana, PMI Kabupaten Malang, Polsek Bululawang, dan Banser.

“Namun kita (Treggana) dalam hal ini hanya membantu masyarakat. Bukan advokasi resmi. Karena kalau advokasi resmi harus ada bukti dan laporan polisi. Namun karena masyarakat meminta bantuan kami, jadi kita ikut turun lapangan,” tegasnya.

Kata Hidayat, dalam pencarian itu, Tim SAR Trenggana menurunkan personil sebanyak 1 pleton yang berjumlah 11 orang.

Sebagai informasi, hilangnya saudara kembar dari Bagas tersebut hilang saat ia bermain di sekitar rumahnya. Kala itu, ayah dan kakeknya sedang berbincang di rumah korban.

“Korban bilang ingin ke rumah neneknya yang berhadap-hadapan dengan rumah korban. Jarak rumahnya sekitar 1,5 meter,” tambah Kapolsek Bululawang, Kompol Pujiono.

Hanya saja, meski jaraknya sangat dekat sekali, pergerakan anak tersebut tidak terpantau dari tempat ayahnya berbincang-bincang.

“Jarak waktu dari korban bilang kalau mau ke rumah neneknya dengan waktu kehilangan itu hanya sekitar 4 menit,” tutur Pujiono.

Pasca kejadian itu, warga setempat ramai terkait hilangnya anak dari pasangan suami istri Danang dan Titin tersebut.

“Ada yang menduga kalau anak itu diculik, ada yang menduga anak itu terhanyut aliran sungai irigasi yang berada di area rumah korban. Tapi kami tidak mau menduga-duga. Kami terus mengumpulkan informasi dari warga-warga setempat,” pungkasnya. (yog/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar