Peristiwa

Puluhan Petani di Kediri Pasang Bom Asap, Ini Penyebabnya

Puluhan Bom Asap Dipasang Petani di Kediri

Kediri (beritajatim.com) — Puluhan hektar tanaman padi milik petani di Kabupaten Kediri terserang hama tikus. Akibatnya tanaman padi petani rusak dan hasil panennya menurun hingga 50 persen.

Serangan hama tikus ini terjadi di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Petani terancam tidak bisa mendapatkan hasil secara maksimal. Sebab, ada puluhan hektar tanaman padi yang rusak akibat serangan hama tikus ini.

Samsudin, salah satu petani mengatakan. hama tikus menyerang tanaman padi yang rata rata berusia satu hingga dua setengah bulan. Pada usia ini tanaman dalam proses pembentukan dan pengisian bulir padi.

Serangan hama tersebut membuat bulir padi tidak terisi penuh dan tanaman menjadi mati. Sementara untuk tiap 100 rhu lahan pertanian , petani merugi sebesar Rp 2,5 juta.

Petani telah melaporkan persoalan tersebut ke Dinas Pertanian setempat. Dinas menindaklanjuti keluhan petani dengan pemberian bantuan bom asap untuk membasmi hama tikus.

Sementara itu, berdasarkan data petugas penyuluh lapangan (PPL) Desa Paron Yayuk Anisa dari total 80 hektar lahan pertanian padi, sekitar 50 persen atau 40 hektar diantaranya paling terdampak serangan dengan tingkat kerusakan mencapai 80 persen.

“Dinas Pertanian langsung menindaklanjuti laporan dari petani. Kami bersama petani berusaha untuk menanggulanginya dengan berbagai langkah salah satunya bom tikus,” kata Yayuk Anisa, Rabu (16/1/2018).

Dalam manggulangi serangan hama tikus, para petani menempuh berbagai upaya, salah dengan bom asap tikus yang dipasang pada tiap lubang persembunyian. Langkah ini dinilai paling efektif dan ramah lingkungan, dibanding memakai obat pestisida yang mengancam ekosistem burung tito alba atau burung hantu, sebagai pemangsa tikus. (nng/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar