Peristiwa

Puluhan Patung Dewa-Dewi di Klenteng Tri Dharma Hok Sian Kiong Dibersihkan

Pengurus Klenteng Tri Dharma Hok Sian Kiong di Kota Mojokerto membersihkan patung jelang Imlek. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Jelang Tahun Baru Imlek 2020 yang jatuh pada, Sabtu (25/1/2020), pengurus Klenteng Tri Dharma Hok Sian Kiong Kota Mojokerto mulai mempersiapkan diri. Yakni dengan memandikan patung atau rupang patung-patung dewa yang berjumlah lebih dari 30.

Tak hanya itu, para pengurus juga memberikan perabot dan pernak-pernik penghias di klenteng yang berdiri sejak 1823 tersebut. Alat yang digunakan untuk membersihkan patung yakni kuas halus. Pembersihan dilakukan dengan hati-hati karena usia patung sudah tua.

Patung dewa yang terbuat dari kayu merah ini dimandikan dengan air khusus, yakni air dengan campuran kayu pohon gaharu, bunga mawar, melati sebagai wewangian. Awalnya, kuas kering disapu ke patung agar debu hilang, kemudian kuas pakai air dilap dan baru dikuas pakai air campuran wewangian.

Sebelumnya, doa dipanjatkan untuk meminta izin kepada para dewa. Dalam prosesi sembayang tersebut juga disajikan berbagai buah-buahan dan masakan khusus vegetarian. Yang ikut membersihkan patung sebelum perayaan tahun baru Imlek tersebut merupakan semua pengurus.

Namun mereka sebelumnya harus vegetarian (memakan sayuran) minimal dua hari sebelum proses pembersihan patung-patung tersebut. Jumlah patung di Klenteng Tri Dharma Hok Sian Kiong setiap tahun terus bertambah. Sekitar tiga bulan lalu, patung Dewa Makco Tian Shang Sheng Mu didatangkan langsung dari China.

Patung berbahan kayu merah tersebut kini sudah berada di Klenteng Tri Dharma Hok Sian Kiong. Di bagian halaman klenteng, puluhan lampion berwarna merah digantungkan. Bersih-bersih patung merupakan agenda rutin yang dilakukan Klenteng Tri Dharma Hok Sian Kiong Kota Mojokerto jelang tahun baru Imlek.

Salah satu pengurus, Rudi Pratama mengatakan, bersih-bersih jelang tahun baru Imlek, tidak hanya untuk patung namun juga ruangan beserta perabotannya. “Ini bersih-bersih jelang Imlek, dewa naik ke nirwana sehingga dibersihkan,” ungkapnya, Senin (20/1/2020).

Masih kata Rudi, satu hari jelang perayaan Imlek, para dewa tersebut akan kembali sehingga pengurus klenteng kembali akan menyambut dengan ritual. Nah, saat para dewa naik ke Nirwana, patung-patung tersebut dibersihkan dengan air yang sudah dicampur bunga dan kayu gaharu.

“Semua umat bisa mengikuti bersih-bersih, syarat mandikan patung harus vegetarian dua hari sebelumnya. Untuk tahun ini shio tikus emas, melambangkan kita harus giat bekerja, rajin, banyak berdoa, berbuat kebajikan. Harapannya Kota Mojokerto aman, kondusif, rukun antar umat beragama dan saling mengisi. Ada FKUB, itu gunanya” katanya.

Klenteng Tri Dharma Hok Sian Kiong menghadap ke arah utara ini memiliki halaman cukup luas dengan pagar tembok tinggi. Gapura megah didominasi warna merah pada bagian depan dan bagian samping, terdapat juga pos jaga di dekat gapura sisi timur. Pada dinding halaman baik sisi timur maupun barat terdapat lukisan panorama alam dan taman bunga.

Klenteng Hok Sian Kiong secara umum terbagi menjadi empat gedung. Sisi barat digunakan sebagai aula di lantai satu dan tempat peribadatan Budha dan Kong Hu Cu di lantai atas. Di antara bangunan utara dan selatan, ada kolam ikan berbentuk segi delapan dengan jembatan penghubung di antara bangunan utara dan selatan.

Dinding bagian selatan kolam dihiasi lukisan panorama alam yang sangat indah. Pintu melengkung setengah lingkaran merupakan akses menuju bangunan sisi barat atau aula. Induk altar terdapat Dewa Makco Thian Shang Sheng Mu, sementara di halaman sisi selatan digunakan sebagai ruang altar Dewi Kwan Im Hud Co dan sisi barat digunakan sebagai Vihara. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar