Peristiwa

Puluhan Orang Duduk dan Tahlilan di Atas Aspal Panas Depan Kantor Bupati Jember

Jember (beritajatim.com) – Puluhan orang aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan petani duduk di atas aspal panas di depan Kantor Bupati Jember, Jawa Timur, Kamis (17/9/2020). Matahari terik menyengat tak menggentarkan mereka.

Mereka berunjuk rasa menuntut agar saluran irigasi di Kecamatan Puger yang sempat dipindahkan agar dikembalikan semula. Para pengunjukrasa sempat menepi saat azan duhur berkumandang. Namun begitu azan usai, mereka berkumpul kembali dan duduk melingkar di atas aspal, tepat matahari di atas kepala.

Para mahasiswa menagih janji kepada Bupati Faida yang sudah menandatangani pakta integritas sepekan lalu, yang isinya persetujuan terhadap pengembalian saluran irigasi seperti semula. “Kami ingin menegaskan lagi janji itu, karena sampai detik ini tidak ada pembongkaran saluran irigasi (baru) yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember,” kata Bagaskara, koordinator aksi.

Jumat lalu, menurut Bagaskara, ada alat berat datang di Puger. Namun tidak ada pembongkaran saluran irigasi baru untuk dikembalikan ke jalur yang lama. “Padahal sudah jelas ada pakta integritas yang ditandatangani bupati Jember, tapi lagi-lagi tidak berani mengeksekusinya,” katanya. Kini PMII Jember dan petani Puger turut mengawal alat berat tersebut 24 jam non stop agar tidak terjadi perusakan oleh pihak lain.

Dalam siaran persnya, PMII mengingatkan soal Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006 tentang Irigasi. Dalam Pasal 26 ayat (1) disebutkan, partisipasi masyarakat petani dalam pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi diwujudkan mulai dari pemikiran awal, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan kegiatan dalam pembangunan, peningkatan, operasi, pemeliharaan, dan rehabilitasi. Sementara itu ayat (2) menyebutkan, partisipasi masyarakat petani dapat diwujudkan dalam bentuk sumbangan pikiran, gagasan, waktu, tenaga, material, dan dana. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar