Peristiwa

Puluhan Aktivis Mahasiswa dan Buruh Tolak RUU Omnibus Law

Jember (beritajatim.com) – Puluhan orang dari organisasi mahasiswa dan buruh melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (13/8/2020). Mereka menolak Rancangan Undang-Undang Omnibus Law atau Cipta Kerja.

Para demonstran sempat berkonvoi keliling kota sebelum menuju gedung DPRD Jember. “Kami ingin membangun opini pada masyarakat luas,” kata Dyno Suryandoni, koordinator aksi.

Di depan gedun Dewan, mereka berorasi dan membacakan puisi bertema perjuangan kaum buruh. Para aktivis ini menyesalkan langkah DPR RI yang melanjutkan pembahasan RUU yang kontroversial dan ditentang banyak pihak tersebut.

“Rancangan undang-undang itu jika disahkan akan berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat luas. Pertama, kami yakini RUU ini dapat melanggengkan kerusakan lingkungan karena menghilangkan fungsi Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan),” kata Dyno.

Selain itu, RUU ini merugikan buruh. “RUU ini menghilangkan hak-hak buruh. Tenaga kerja asing akan mudah masuk ke Indonesia. Kedua, masyarakat kehilangan pesangon. Ketiga, upah minimum hilang digantikan upah per jam,” kata Dyno.

Mahasiswa juga menyoroti RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang gagal dibahas dan disahkan. “Dikeluarkan dari prioritas program legislasi nasional. Ini jadi kekecewaan mendalam, karena di tengah maraknya kekerasan seksual, negara sangat sulit hadir dan memberikan perlindungan kepada korban. Kadang korban dikriminalisasi dalam proses penegakan hukum,” kata Dyno.

“RUU ini sangat urgensi untuk disahkan. Maka di sini harus benar-benar serius. Harus ada segala prioritas dalam prolegnas,” kata Dyno. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar