Peristiwa

PT Kepuh Kencana Arum Berikan CSR Ke Kodam V Brawijaya

Surabaya (beritajatim.com) – PT Kepuh Kencana Arum (KKA) akan memberikan bantuan baja ringan serta pelatihan serta sertifikasi untuk tenaga aplikator atau tukang kepada Kodam V Brawijaya. Hal ini direalisasikan melalui MoU yang ditandatangani oleh KKA dan Pangdam V Brawijaya.

Bantuan yang diberikan oleh KKA ini menurut Henry Alvino, Direktur PT Kepuh Kencana Arum adalah bagian dari kemanfaatan kepada masyarakat sekitar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Biasanya, program tersebut diberikan kepada para siswa Sekolah Menengah Kejuruan atau Sekolah Menengah Atas dalam bentuk pelaksanaan program vokasi atau pemagangan. Namun tahun ini manajemen KKA juga menggandeng Kodam V Brawijaya sebagai penerima manfaat CSR.

“Ini salah satu upaya kami sebagai wujud kepedulian kami pada Tentara Nasional Indonesia (TNI). Apalagi Kodam V Brawijaya ternyata punya banyak program yang langsung terjun ke masyarakat,” jelas Henry, Kamis (6/2/2020).

Hal yang sama juga diamini oleh Asisten Teritorial Kepala Staf (Aster) Kodam V Brawijaya Kolonel Infantri Singgih Pambudi Arianto, yang menyebutkan jika baja ringan juga akan digunakan untuk perbaikan perumahan prajurit dan bangunan yang ada di wilayah Kodam V Brawijaya. Tak hanya itu saja ternyata Kodam V Brawijaya juga memiliki program Rutilahu ( Rumah Tinggal Layak Huni), hasil kerjasama dengan Pemrov. Jatim.

“Dalam setahun kita melaksanakan renovasi 10 ribu rumah di seluruh Jatim, termasuk jambanisasi dalam setahun seribu sampai dua ribu,” aku Singgih.

Pembangunan rumah layak huni ini juga dilakukan para prajurit yang memiliki minat dan keahlian dalam bertukang. Hal ini juga membuat Kodam V Brawijaya membutuhkan pelatihan kompetensi tukang secara rutin.

“Di Kodam kami juga mempunyai Badan Pelaksana namanya Zeni Kodam. Zeni inilah yang bertanggung jawab tentang masalah konstruksi dan aset. Ada 500 orang lebih prajurit yang ada di Zeni. Mereka memiliki kualifikasi masing-masing. Ada yang menjadi aplikator, ada juga yang menjadi tukang bangunan, tukang listrik dan lainnya dan lainnya. Dan kemarin yang sudah dilatih itu adalah prajurit dari Zeni,” bebernya.

Dalam pelaksanaan untuk pelatihan dan sertifikasi para aplikator atau tukang ini, KKA bekerjasama dengan Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI) untuk memberikan pelatihan dan sertifikat.

Ketua DPP HAPI Mochamad Soleh mengatakan bahwa pelatihan bagi aplikator baja ringan memang sangat diperlukan agar pemasangan sesuai standar dan bangunannya menjadi kuat serta tidak ambruk. Pelatihan ditargetkan bisa dilakukan setiap bulan atau maksimal enam kali dalam setahun dengan jumlah peserta sebesar 100 orang per pelatihan.

“Karena mereka memang butuh pembekalan. Kalau tidak dibekali, maka mereka kurang paham. Jadi selain kita masuk pada kuantitas, pembekalan aplikator juga harus dilakukan agar seimbang,” tandasnya.[rea]





Apa Reaksi Anda?

Komentar