Peristiwa

PT. KAI Minta Pemkab Ponorogo Duduk Bersama Bahas Asetnya di Jalan HOS Cokroaminoto

Jalan HOS Cokroaminoto Kelurahan Bangunsari bakal di face off layaknya jalan Malioboro Jogjakarta. (Foto/Endra Dwiono).

Ponorogo (beritajatim.com) – Meski sudah dilakukan pembangunan face off di jalan HOS Cokroaminoto, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) hingga kini belum mengeluarkan izin terkait asetnya yang terdampak face off. Pasalnya, butuh proses panjang jika aset PT. KAI itu akan dilepas ke daerah. Meskipun pemanfaatannya untuk kepentingan umum. Hal tersebut diungkapkan oleh humas PT. KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko.

“Terkait aset PT. KAI yang ada di Jalan HOS Cokroaminoto Ponorogo, rencananya tim kami akan melakukan pengukuran ulang,” kata Ixfan, Jumat (16/4/2021).

Ixfan menyebut semestinya daerah, dalam hal ini Pemkab Ponorogo mengajak duduk bersama PT. KAI. Untuk membicarakan terkait asetnya yang terdampak pembangunan di daerah. Sebab, aset PT. KAI itu berada dibawah naungan tiga kementerian. Yakni Kementerian Perhubungan, BUMN dan Kementrian Keuangan.

“Jadi harus ada dulu komunikasi dua arah antara KAI dan daerah. Selain itu secara prosedural juga harus ada MoU yang jelas,” katanya.

Meski aset PT. KAI di jalan sepanjang 700 meter itu hanya rel kereta api, namun bisa jadi suatu saat akan digunakan untuk reaktivasi jalur kereta api Madiun-Slahung. Daripada face off ini terganggu karena reaktivasi, seyogyanya dari awal harus ada perjanjian yang jelas. Ixfan menambahkan bahwa rencana reaktivasi ini sudah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas), rencananya akan dimulai pada tahun 2025 nanti.

“PT. KAI pada dasarnya mendukung program Pemkab Ponorogo, namun harus tetap secara prosedural,” katanya.

Sementara itu pada hari Kamis (15/4) lalu, Sekda Ponorogo Agus Pramono mengungkapkan bahwa Pemkab Ponorogo sudah menyurati PT. KAI sejak sebulan yang lalu. Namun, hingga kini pihaknya belum menerima surat balasan dari perusahaan BUMN tersebut. Agus menyimpulkan belum adanya jawaban dari PT. KAI dimaknai memperbolehkan asetnya terdampak pembangunan face off jalan HOS Cokroaminoto. Sebab rel kereta apinya sendiri juga masih di jalan itu, tidak menghilangkan rel-nya.

“Yang penting kita tidak mengambil rel-nya. Rel-nya masih disitu. Kalau sewaktu-waktu difungsikan itu nanti masih bisa dikomunikasikan,” kata Agus. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar