Peristiwa

PT KAI Daops VII Madiun Uji Beban Jalur Baru Rel KA

Vice President PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun Wisnu Pramudyo.


Madiun (beritajatim.com) –
PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun melakukan uji beban jalur baru antara stasiun Babadan sampai dengan stasiun Geneng Ngawi. Menempuh jarak kurang lebih 26 kilometer, dengan menggunakan satu lokomotif CC 203 9818, dan satu kereta makan pembangkit KMP 306517.

Dari hasil uji beban tersebut, bisa dikatakan minim temuan. Sehingga rencana pengalihan jalur lama ke jalur baru (Switch Over) bisa segera dilaksanakan.

”Rencananya hari Rabu (16/10/2019) nanti, Switch Over akan dilakukan,” kata Vice President PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun Wisnu Pramudyo , Senin (14/10/2019).

Uji beban kali ini, kata Wisnu merupakan uni beban yang kedua. Yang pertama dilakukan pada tanggal 24 September 2019 lalu, antara stasiun Babadan sampai stasiun Geneng. Dimana pada waktu itu ada beberapa catatan temuan. Yakni seperti goyangan pada jalur diatas jembatan, diperlintasan serta ruang bebas pada jalur baru tersebut. Setelah ada catatan, kemudian dilakukan penyempurnaan lagi. Guna untuk menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran saat akan dilakukan Switch Over nanti.

”Bagaimanapun keselamatan penunpang merupakan nomor satu. Kita lakukan uji beban kedua ini untuk menyempurnakan dari catatan sebelumnya,” katanya.

Wisnu menyebut bahwa pekerjaan jalur ganda yang ada di wilayahnya itu dikerjakan oleh pihak kementerian perhubungan. Dalam hal ini direktorat jenderal perekeretaapian (Ditjenka) melalui satuan kerja (Satker). Dimana pekerjaannya terbagi dua paket. Yakni paket pertama Jalur Ganda Madiun Jombang (JGMJ) sepanjang 74 kilometer. Namun yang sudah dioperasionalkan sejauh 54 Kilometer mulai dari Stasiun Baron sampai dengan Stasiun Babadan. Sedangkan untuk paket kedua adalah Jalur Ganda Madiun Kedungbanteng (JGMK) sepanjang 57 kilometer.

”Untuk stasiun Jombang sampai dengan Baron akan menyusul berikutnya,” katanya.

Sementara itu sebelum pelaksanaan Switch Over, nantinya pihak Satker paket JGMK akan sosialisasi pada wilayah yang dilalui jalur ganda tersebut. Khususnya di pintu pintu perlintasan agar dipasang spanduk mengenai pemberitahuan pengoperasian jalur ganda.

Tercatat ada sekitar tujuh perlintasan resmi terjaga, 9 perlintasan tak terjaga tapi menggunakan Early Warning Sistym (tanda KA akan lewat), empat perlintasan tak terjaga tanpa EWS, 1 Fly Over, dan 2 Underpas. (end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar