Peristiwa

PT KAI Bangun Underpass di Jalur Ganda Mojokerto

Perlintasan KA tanpa palang pintu yang rawan kecelakaan berada di Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan membangun underpass di sejumlah titik jalur double track (jalur ganda) sepanjang perlintasan Kereta Api (KA) yang ada di wilayah Mojokerto. Pembangunan underpass tersebut dilakukan dalam waktu dekat.

Kepala Stasiun KA Mojokerto, Wahyudi Cahyadi membenarkan terkait pembangunan underpass di jalur ganda yang berada di wilayah Mojokerto tersebut. “Iya betul tapi nanti sebagian (jalur ganda, red) yang akan dibuat underpass. Tapi berapa belum tahu,” ungkapnya, (9/1/2020).

Masih kata Wahyudi, pihaknya belum dapat memastikan berapa titik underpass yang akan dibanding di perlintasan kereta api jalur ganda di wilayah Mojokerto tersebut. Namun dia memastikan bahwa pembanguan underpass tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Saya belum dapat kepastian berapa rencana yang mau dibuat underpass. Sampai saat ini, kami masih koordinasi bersama Ditjenka (Direktorat Jenderal Perkeretaapian, red). Belum dapat info itu (underpass, red). Untuk jalur ganda di Mojokerto, estimasi tahun 2020 ini selesai,” jelasnya.

Wahyudi menambahkan, sampai saat ini masih berlangsung pembangungan proyek jalur ganda di jalur perlintasan KA area Mojokerto. Dengan adanya underpass tersebut, pihaknya berharap bisa menekan angka kecelakaan di perlintasan KA khususnya di wilayah Mojokerto yang tanpa palang pintu.

Salah satu perlintasan KA tanpa palang pintu yang rawan kecelakaan berada di Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Sebuah mobil Suzuki Ertiga Nopol L 1540 YQ yang dikendarai satu keluarga asal Surabaya ditabrak KA pada, Minggu (15/12/2019).

Penjaga perlintasan KA tanpa palang pintu sukarela, M Doni (17) mengatakan, perlintasan KA tanpa palang pintu di Mojoranu tersebut ramai saat sore. “Ramainya sore, saat masyarakat waktunya pulang kerja. Soal jalur ganda, kita sudah dikumpulkan kemarin,” tuturnya.

Masih kata Doni, PT KAI menyampaikan jika nantinya jalur ganda sudah beroperasi, para sukarelawan masih bisa menjaga perlintasan KA tanpa palang pintu 24 jam. Sehingga pihaknya mengaku tak khawati kehilangan mata pencaharian jika nantinya jalur ganda sudah beroperasi. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar