Peristiwa

PT AWR Lolos Sanksi, Hanya Disuruh Perbaiki Atap Pasar yang Roboh

Kondisi atap yang roboh di pasar Sumoroto Kecamatan Kauman Ponorogo beberapa waktu yang lalu. [Foto: Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) mengumpulkan seluruh pihak terkait guna membahas robohnya atap pelataran sisi timur Pasar Sumoroto. Pihak pejabat pembuat komitmen (PPK) dari Disperdakum, PT Anggaza Widya Ridhamulia (PT AWR) selaku pelaksana, serta pengawas dan konsultan perencana semua dihadirkan.

“Hasilnya menyimpulkan bahwa kelebihan beban menjadi penyebab robohnya atap tersebut,” kata Ketua TP4D Kejari Ponorogo Kundrat Mantolas, Sabtu (24/8/2019).

Dia mengungkapkan pengawas proyek sanggup menyatakan bahwa tidak ada kelalaian yang dilakukan PT AWR dalam membangun atap di sisi timur Pasar Somoroto. Dan dari pihak konsultan perencana, kata Kundrat hasil pekerjaan PT AWR telah sesuai dengan spesifikasi desain. “Desain awal memang hanya untuk menahan air hujan. Jadi tidak untuk menahan beban yang berat,” katanya.

Sementara itu tinjaun di lapangan, diketahui pedagang memasang terpal dan tiang-tiang bambu. Jadi ketika angin kencang berembus, bebannya akan semakin berat. Tim TP4D, kata Kundrat merekomendasikan PT AWR untuk segera melakukan perbaikan. Karena kontraktor asal Surabaya masih masuk dalam masa pemeliharaan pihaknya. “Kami meminta untuk segera diperbaiki, karena ini merupakan fasilitas umum,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar