Peristiwa

PSK Asal Jombang Tewas di Linggan Bata, Hidung dan Mulut Keluarkan Darah

Petugas mengevakuasi jenazah PSK dari sebuah linggan di Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang perempuan paruh baya ditemukan meninggal di sebuah linggan (tempat pembakaran batu bata merah, red) di Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Korban diketahui sebagai Pekerjaan Seks Komersial (PSK) pinggir jalan.

Saat ditemukan, kondisi mata, telinga, hidung dan mulut mengeluarkan darah. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. PSK ini ditemukan memakai daster motif bunga warna merah dengan kondisi terlentang di lantai linggan (pembakaran bata merah). Kepala ada di sebelah utara dengan kedua tangan terlentang.

Kapolsek Trowulan, Kompol Subiyanto mengatakan, korban diketahui bernama Umbariyanti (51) warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. “Korban ditemukan di sebuah linggan milik Ngatiman warga Desa Wonorejo,” ungkapnya, Minggu (28/2/2021).

Masih kata Kapolsek, sekira pukul 06.30 WIB ada warga yang akan membuat batu bata di linggan menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal. Warga tersebut kemudian menghubungi Kepala Dusun (Kadus) Pandansili dan Polsek Trowulan.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, mata, telinga, hidung dan mulut mengeluarkan darah, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan fisik. Dari keterangan sejumlah saksi, korban bekerja sebagai PSK di pinggir jalan. Karena memang sudah tua jadi suka keliling mencari pelanggan,” katanya.

Kapolsek menambahkan, selain ditemukan darah dari mata, telinga, mata dan mulut, barang-barang milik korban masih ada. Diantaranya, sepeda motor Honda Beat nopol S 6509 NAK warna orange, air mineral merk Aqua tanggung di samping kiri korban berjarak kurang lebih 50 cm, jas hujan, daster warna pink.

“HP merk VAVA warna putih dan dompet berisikan KTP dan uang 275.000, celana dalam warna biru, jilbab warna orange dan bungkus kapsul Hemaviton Action masih ada. Guna penyelidikan lebih lanjut, kami mintakan visum jenazah ke RSU Dr Wahidin Soediro Husodo Kota Mojokerto untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban,” tegasnya. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar