Peristiwa

PSBB Surabaya, Masih Banyak Warung Layani Ngopi dan Makan di Tempat

Surabaya, (beritajatim.com) – Sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Ronggo Warsito Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/5/2020). Memasuki hari ke enam pelaksanaan PSBB, petugas masih menjumpai sejumlah pedagang kaki lima yang melanggar aturan PSBB. Sehingga petugas melakukan tindakan pembubaran kerumunan PKL secara paksa. Menurut warga, mereka mengaku belum tahu aturan secara pasti.

“Ya saya kira masih bisa makan di tempat. Jadi ya saya beli dan makan saja. Soalnya warung juga menyediakan kursi tuk duduk. Mungkin besok-besok sudah gak soalnya sudah tahu,” kilah Rudianto (29) kepada beritajatim.com.

Sementara pemilik warung mie ayam di kawasan Mulyorejo mengaku tak tahu aturan PSBB juga. Menurutnya, warung kawasan dalam kampung tak dilarang melayani makan di tempat. Sehingga dirinya pun menjual dan melayani konsumen tanpa mengharuskan dibungkus. Tak hanya melayani di tempat. Para warung juga belum memberlakukan tempat duduk secara physical destancing. Tak hanya pedagang kaki lima, para tukang tambal ban, warung dadakan dan grobak es juga ditertibkan petugas.

“Ya kalau dibungkus, saya bungkus, kalau mau makan di tempat juga boleh. Soalnya gak tahu aturan PSBB secara detailnya. Jadi ya seperti biasa melayani gitu saja,” ucapnya.

Sementara itu menurut Kapolda Jatim, Irjen Pol Lucky Hermawan, pihaknya akan menerapkan sanksi tegas buat pelanggar Pembasatan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Jawa Timur. Menurutnya, penerapan saksi hukuman kurungan ini disiapkan mengingat wilayah Surabaya dan kondisi kota juga semakin menghawatirkan. Oleh sebab itu kepolisian bersama jaksa dan juga Pemerintah Kota akan menerapkan saksi UU Karantina Kesehatan pasal 216 dan Pasal 93 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 1 tahun.

“Bagi yang kejaring ops nantinya akan di periksa kesehatannya dan di tahan 1 x 24 jam. Selanjutnya akan dilakukan penerapan sanksi dari teguran sampai pada penahanan. Langkah ini bisa diambil kepolisian pada derah tertentu dan dalam kondisi tertentu di masa pandemik corona ini,” jelas kapolda.

Seperti yang dipaparkan Kapolda Jatim, setidaknya ada 24 warga Sidoarjo, 65 warga Gersik dan 82 warga Surabaya terjaring operasi gabungan penegakan PSBB di Kota Surabaya, Sabtu malam hingga Minggu (3/5/2020) dini hari. Dari semua warga yang diamankan petugas akan melakukan penahanan1 x 24. Petugas juga sudah menyiapkan kebutuhan pangan dan tempat isolasi.

Seperti pada pengamatan beritajatim.com, para petugas medis, petugas gabungan memakai alat pelindung diri (APD) lengkap. Sedangkan pihak keamanan menggunakan masker dan seluruh petugas yang turut operasi gabungan wajib memakai masker.

“Nantinya hari ini siang atau sore akan dilakukan pengumuman hasil tes. Tes dilakukan kepada semua warga yang kejaring operasi gabungan. Hasilnya akan diumumkan nanti,” tandas Kapolda. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar