Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Protes Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumenep, Kopri PMII Lakukan Aksi Bisu

Sumenep (beritajatim.com) – Kopri PC PMII Sumenep berunjuk rasa ke Kantor Bupati menjelang Hari Jadi ke-752 Kabupaten Sumenep, Jumat (29/10/2021). Selain membentangkan poster-poster berisikan protes, mereka juga memilih melakukan gerakan diam dan bisu, sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten setempat.

“Kasus-kasus kekerasan perempuan dan anak di Sumenep ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tapi pemerintah tetap diam dan membisu. Tidak ada penyelesaian,” kata Korlap Aksi, Nurwaida.

Ia membeberkan data versi Kopri PMII tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumenep. Tahun 2020 tercatat ada 39 kasus, mulai penelantaran anak, KDRT, kekerasan seksual, pencabulan, dan pemerkosaan. “Dari 39 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak itu, baru 20 kasus yang terselesaikan. 19 lainnya terbengkalai,” ungkap Nurwaida.

Karena itu, ia mendesak agar Raperda Sumenep kabupaten layak anak segera disahkan menjadi perda. Setelah itu, segera diterapkan dan disosialisasikan. “Jangan sampai kami merasa ada diskrimimasi di kabupaten sendiri. Pemerintah dalam hal ini Bupati, harus segera mengambil sikap sebagai bentuk tanggung jawab sebagai pemimpin,” paparnya. (tem/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar