Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Protes Jalan Rusak, Warga Madiun Tanam Puluhan Pohon Pisang di Jalan Kabupaten

Sejumlah pohon pisang yang ditanam warga di sejumlah lubang di jalan Raya Bajulan, masuk Desa Bajulan, Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (11/4/2022) (foto: Rendra Bagus Rahardi for beritajatim.com)

Madiun (beritajatim.com) – Sejumlah video viral di media sosial, dalam video itu terlihat tanaman pisang yang berderet di jalan raya. Video diambil di Jalan Raya Bajulan, Desa Bajulan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Hal tersebut berawal dari kekesalan warga akibat jalan yang menghubungkan Madiun dan Nganjuk itu rusak parah dan belum ada tindakan dari pemkab setempat.

Ardianto, warga setempat mengungkapkan bahwa aksi tersebut adalah inisiatif warga. Selama hampir tiga tahun belum ada solusi pasti untuk jalan raya yang kerap dilewati kendaraan berat tersebut. Jalan berlubang di beberapa titik kerap menimbulkan kecelakaan bagi pengendara roda dua.

“Ditanami sejak Minggu malam. Ada puluhan pohon pisang. Selain sebagai bentuk protes, ini juga sebagai penanda bagi pengguna jalan kalau ada banyak jalan berlubang di Bajulan. Entah kapan akan diperbaiki, sudah lama rusak,” kata Ardianto, Senin (11/4/2022)

Dirinya mengharap dengan aksi tersebut pemerintah segera melakukan perbaikan. Selain bertahun-tahun tak kunjung dilakukan perbaikan, sudah banyak korban berjatuhan. Jalan rusak tersebut juga dikeluhkan pengguna jalan.

Salah satunya Sularso salah satu pengemudi truk. Dirinya kerap gonta-ganti velg karena rusak ketika melewati jalan itu. Dia menyebut jalan itu adalah jalur tercepat menuju Nganjuk, namun resikonya adalah jalan yang berlubang. “Jalan ini sudah rusak sudah lama. Banyak pengguna jalan yang mengeluh. Rekan sesama pengemudi kerap mengeluhkan hal yang sama. Kami Tidak tahu kenapa kok tidak segera diperbaiki,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Madiun Gunawi tidak merespon ketika beritajatim.com hendak mengonfirmasi hal tersebut. Berikut Kepala Bidang Bina Marga Anang, juga tak memberikan jawaban saat dikonfirmasi lewat telepon maupun via pesan. [fiq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar