Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Proses Cerai, Warga Mojokerto Ditemukan Tewas Gantung Diri

Korban dievakuasi ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Warga Jalan Sawo No 4 Perum Wates, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto digegerkan dengan penemuan salah satu warganya yang gantung diri. Korban diketahui sedang menjalankan proses sidang perceraian dengan sang istri.

Ketua RT 06 RW 04, Nuri Hidayat mengatakan, setelah mendapatkan informasi ada salah satu warganya gantung diri, ia pun mendatangi rumah yang bersangkutan. “Menyampaikan ke saya sebagai Ketua RT 06, setelah saya datang ke sini saya tidak berani masuk,” ungkapnya, Senin (11/10/2021).

Masih kata Ketua RT, dari keterangan sang istri jika mereka sudah tidak ada kecocokan dalam rumah tangga. Keduanya sudah mengajukan cerai dan sebelum ditemukan mengantungkan diri di ruang jemuran di belakang rumah, korban menghadiri sidang perceraian di Pengadilan Agama (PA) Mojokerto.

“Pukul 11.00 WIB tadi, korban menjalani sidang perceraian yang pertama terus pulang, istrinya masih di dalam rumah. Kemudian korban meminta istrinya untuk beli minum, saat istrinya pulang mengetahui suaminya sudah tergantung di ruang jemuran. Istrinya langsung teriak-teriak, sekitar pukul 15.00 WIB,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Magersari, Kompol Soegiharto membenarkan bahwa sebelum ditemukan tewas menggantung, korban menghadiri sidang perceraian pertama di PA Mojokerto. “Iya dia (korban, red) setelah pulang, minta istrinya untuk beli susu. Saat istrinya keluar, kejadian (gantung diri, red),” jelasnya.

Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), lanjut Kapolsek, jenazah korban dibawa ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk dilakukan otopsi dan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara, korban menggantungkan diri di tali jemuran.

“Korban menggantungkan diri di tali jemuran, kurang lebih simpul panjangnya 1 meter. Di ruang jemuran paling belakang. Yang diamankan tali jemuran, kursi plastik yang digunakan untuk memanjat, KTP korban. Korban usia kurang lebih 51 tahun, inisial RS. Motifnya ada hubungan dengan selisih keluarga,” jelasnya. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar