Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Prihatin Tawuran, LAZ Taman Zakat Garap Kaderisasi Dai Muda

Surabaya (beritajatim.com) – Akhir-akhir ini, muncul banyak pemberitaan tentang tawuran, juga kekerasan dan kejahatan yang dilakukan oleh para remaja. Prihatin dengan kondisi itu, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Taman Zakat menandatangani kerja sama dengan Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Timur, untuk program kaderisasi dai.

Tanda tangan kerja sama itu dilakukan Taman Zakat, bersama 3 LAZ lainnya dengan Ketua Ikadi Jawa Timur Ustadz Dr Ahmad Baihaqi Lc MA pada Minggu, 10 April 2022.

Hal itu disampaikan oleh Manager Taman Zakat Ziyad yang ditemui dalam kegiatan itu. Menurutnya, peran para ustadz atau dai amat sangat penting di masyarakat, khususnya yang hadir di tengah-tengah generasi muda.

“Di awal Ramadan malah banyak tawuran, bahkan bersamaan di beberapa kota termasuk di Surabaya. Pelaku klitih di Yogyakarta juga ternyata remaja. Ini kan menyedihkan. Generasi muda kita butuh sentuhan,” ujar Ziyad.

Menurutnya, menyentuh generasi muda ini harus punya trik dan cara khusus sehingga mereka tertarik dengan berbagai kebaikan.

Untuk itulah, ia berharap program yang dikerjasamakan dengan Ikadi ini secara khusus bisa membentuk para dai dan ustadz yang dikhususkan untuk anak muda.

“Ustaznya harus gaul, bahasanya harus muda banget, program-program yang ditawarkan harus mengakomodir aktualisasi diri generasi muda. Kami tahu di Ikadi ada program seperti itu, membentuk para ustadz dan dai muda,” tegasnya.

Para remaja saat ini, ia menjelaskan, sebenarnya mudah disentuh dan diajak berbuat baik, tinggal bagaimana cara menyapanya.

Ziyad kemudian menambahkan, para dai yang nantinya akan diterjunkan di masyarakat, bertemu langsung dengan para remaja itu, tidak hanya punya ilmu keagamaan, namun paham sosiologis dan berbagai ilmu yang lainnya.

“Sehingga, mereka ini nantinya juga menjadi solusi berbagai permasalahan masyarakat, sebagai pengayom ummat,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Ikadi Jatim Ustaz Ahmad Baihaqi menjelaskan bahwa Ikadi merupakan organisasi tempat berkumpulnya para ustaz dan dengan program utama membentuk ustaz atau dai-dai baru untuk diterjunkan ke masyarakat.

“Ikadi mengusung paham wasathiyah atau Islam moderat yang ada di tengah-tengah, Insya Allah kami mudah diterima di masyarakat. Dai-dai yang kami kader juga harus memperjuangkan NKRI,” tegasnya dalam kegiatan itu.

Baihaqi kemudian menyebut sudah menyiapkan berbagai pelatihan untuk para calon dai dan ustaz, sehingga mereka siap diterjukan di masyarakat.

“Kami targetkan 1 juta dai lahir. Insya Allah mereka-mereka ini akan menjadi para penguat, penopang pengayom masyarakat. Masyarakat kuat, bangsa akan jadi hebat, Bismillah,” pungkas Baihaqi. [tok/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar