Peristiwa

Pria Tua Pencari Rebon Tewas Mengapung di Pantai Wisata Boom Tuban

Tuban (beritajatim.com) – Nasib tragis menimpa Sujiyo (67), seorang pencari udang rebon asal warga Kelurahan Sukolilo Gang 1, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban yang ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi mengapung di tepi pantai Wisata Boom, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban, Kamis (24/9/2020) sore.

Mayat pria tua tersebut pertama kali ditemukan warga yang sedang bermain di kawasan wisata itu. Saat ditemukan, posisi korban mengapung di pinggir laut dimana mulut korban mengeluarkan busa. Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan Sujiyo tewas di laut Tuban itu.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com di lokasi kejadian, selama ini Sujiyo sudah biasa melakukan aktivitas mencari Udang Rebon di kawasan sekitar pantai boom Tuban itu. Korban berangkat dari rumah sekitar pukul 12.00 Wib dengan diantarkan oleh cucunya.

“Tadi berangkat saya antarkan setelah dhuhur, kemudian saya tinggal pulang. Memang biasa mencari rebon di sini,” ujar Ahmad, cucu dari korban saat berada di lokasi Pantai Boom Tuban.

Mayat pria tua dengan tubuh besar itu pertama kali ditemukan oleh salah satu warga yang sedang bermain di sekitar pantai boom ujung utara itu. Mengetahui ada mayat yang posisinya tengkurap itu, warga melaporkan kepada petugas penjaga tempat wisata itu dan kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian serta petugas dari BPBD (Badang Penanggulangan Bencara Daerah) Kabupaten Tuban.

“Kita yang mendapatkan laporan langsung datang ke TKP untuk melakukan penyelidikan dan juga olah TKP. Kemudian jenazah korban langsung kita evakuasi dari laut dengan dibantu tim BPBD Tuban dengan menerapkan protokol kesehatan,” terang AKP Geng Wahono, Kapolsek Tuban, Polres Tuban saat berada di TKP.

Sementara itu, petugas kepolisian yang datang di TKP masih belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan pria tua itu ditemukan tewas mengapung di laut. Guna proses penyelidikan lebih lanjut jenazah korban langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD dr R Koesma Tuban untuk dilakukan visum.

“Untuk penyebabnya masih belum diketahui secara pasti. Namun, dari pengamatan dan identifikasi awal tidak ditemuka tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” pungkasnya.[mut/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar