Peristiwa

Pria di Mojokerto Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah

Mayat Suhardi (72) saat dievakuasi ke RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang pria ditemukan tewas membusuk di dalam rumahnya di Perum Puri Mojobaru Blok D, Desa Canggu Kecamatan Jetis, Kabupeten Mojokerto. Pria yang tinggal sebatang kara ini diduga sudah meninggal beberapa hari lalu.

Korban yang diketahui bernama Suhardi (72) ini, ditemukan tewas dalam kondisi tidur terlentang di atas kursi tamu. Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah bengkak dan membusuk. Korban diduga meninggal akibat penyakit yang diderita tanpa ada keluarga yang mendampingi.

Korban ditemukan pertama kali oleh tetangganya, Yiyin Kumairoh (36) yang mencium bau tidak sedap seperti bangkai dari dalam rumah korban. “Pintu rumahnya tertutup jadi kami tidak tahu, tercium bau busuk di sekitar rumah korban,” ungkapnya, Rabu (4/9/2019).

Warga sempat kesulitan membuka rumah korban karena pintu rumah korban dalam kondisi terkunci. Sehingga warga harus naik atap untuk melihat dalam rumah korban dan ternyata korban ditemukan dalam keadaan meninggal. Penemuan mayat tersebut akhirnya dilaporkan ke Polsek Jetis.

Sementara itu, saksi lain Banti (43) mengatakan, jika saat itu hendak mengambil dagangan berupa tuding ngaji ke korban. “Saya curiga karena Suhardi tak kunjung menyetorkan hasil pengepakan tuding Ngaji selama dua hari. Akhirnya saya cek kerumahnya,” katanya.

Saat mengecek ke rumah korban, ja melihat kondisi lampu di dalam maupun teras rumah masih menyala. Karena curiga akhirnya, ia mencoba mengecek ke dalam dengan meminta bantuan warga memanjat pagar bagian belakang. Ini lantaran rumah korban dalam keadaan terkunci.

“Kondisi rumah terkunci semuanya, jadi saya meminta tolong kepada warga bernama untuk melihat kedalam rumah dengan memanjat pagar belakang dan baru mengetahui korban sudah membusuk di atas kursi di ruang tamu,” jelasnya.

Bandi menjelaskan, jika korban setiap harinya bekerja sebagai mengepak tuding Ngaji (alat bantu untuk membaca Al Qur’an, red). Menurut keterangan dari dokter yang mengecek kondisi korban sudah meninggal lebih dari tiga hari.

Sementara itu, Kapolsek Jetis, Kompol Subiyanto mengatakan, penemuan mayat tersebut diketahui setelah pihaknya menerima laporan dari Kepala Desa (Kades) setempat. “Korban sudah empat tahun ditinggal oleh istrinya meninggal, sehari-hari ia tinggal di rumah sendiri,” jelasnya.

Masih kata Kapolsek, korban hanya punya satu anak yang sudah berumah tangga dan tinggal di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan hasil penyelidikan petugas saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban diduga tewas karena sakit.

“Pada saat dilakukan olah TKP tidak ada pengerusakan pada barang-barang yang ada di rumah dan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban memiliki riwayat penyakit hernia dan darah tinggi dan diperkirakan korban meninggal sudah 4 hari,” jelasnya

Usai dilakukan oleh TKP, dibantu relawan dan petugas kepolisian langsung membawa jasad korban ke RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk dilakukan visum. Sementara, pihak keluarga sudah menerima sehingga tidak dilakukan otopsi.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar