Peristiwa

Preman Kampung Tewas Dimassa, Pelaku Diduga Belasan Orang

Tuban (beritajatim.com) – Puluhan orang diperiksa Satreskrim Polres Tuban terkait dengan tewasnya preman kampung bernama Warno (35), warga Dusun Pule, Desa Cokrowati, Kecamatan Tambakboyo, Tuban, Minggu (8/6/2019).

Hingga saat ini korps berseragam coklat sudah memeriksa  38 orang saksi dari warga Desa Cokrowati, Kecamatan Tambakboyo. Dari pemeriksaan itu, ada belasan warga yang diduga kuat terlibat melakukan penganiayaan terhadap Warno hingga tewas terkapar di jalan.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, setelah terjadi penganiayaan terhadap Warno yang telah berbuat onar di warung kopi, petugas kepolisian langsung bergerak cepat. Anggota Sat Reskrim Polres Tuban bersama dengan Polsek Tambakboyo mengumpulkan para saksi yang saat itu berada di lokasi kejadian.

“Kita dibantu oleh Polsek Tambakboyo langsung bergerak cepat. Kita melakukan pemeriksaan para saksi untuk mengetahui siapa-siapa yang ikut dalam penganiayaan itu,” terang AKP Mustijat Priyambodo, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Sebanyak 38 orang warga yang diamankan itu kemudian dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tuban. Dari jumlah tersebut sedikitnya sudah ada 13 orang yang diduga kuat ikut dan terlibat melakukan penganiayaan terhadap preman kampung hingga tewas penuh dengan luka di sekujur tubuhnya itu.

“Dari hasil pemeriksaan sudah mengerucut ada belasan orang yang diduga kuat terlibat melakukan penganiayaan,” tambahnya.

Adapun dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tewasnya pria yang selama ini diketahui sering berbuat onar itu, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya berupa batu dengan berbagai ukuran serta potongan kayu. “Barang bukti sebagian besar berupa batu dan juga kayu. Tidak ditemukan benda atau senjata tajam,” paparnya.

Seperti diberitakan, Warno (35) tewas dengan kondisi bersimbah darah setelah dikeroyok warga. Pria yang dikenal sebagai preman kampung itu dihajar massa lantaran telah berbuat onar dengan merusak warung kopi dan memukuli warga serta merusak motor yang ada di desa tersebut. [mut/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar