Peristiwa

Prajurit Marinir Olah Sampah Jadi Pupuk Organik

Prajurit Marinir sedang menyemprot sampah daun sebagai tahap awal pengolahan pupuk organik

Sidoarjo (beritajatim.com) – Dalam rangka memanfaatkan sampah daun, prajurit ‘Hiu Petarung’ Yonif 3 Marinir mengolah sampah daun menjadi pupuk organik.

Yonif 3 Marinir yang berlokasi di Gedangan, Sidoarjo, merupakan kawasan yang di sepanjang jalan banyak ditumbuhi pepohonan. Dengan banyaknya pohon tersebut, tentu saja banyak menghasilkan daun kering yang berguguran.

Proses pengolahan sampah daun menjadi pupuk organik diawali dengan pemilahan sampah, yaitu selain daun diambil kemudian pisahkan, sedangkan sampah daun dikumpulkan kemudian disiram dengan air yang dicampur dengan cairan mikro organisme lokal (MOL). Selanjutnya, ditaruh di Windro kemudian didiamkan selama kurang lebih tiga hingga empat bulan (dalam kondisi lembab).

Pengemasan sampah organik oleh prajurit Marinir

Sampah organik yang sudah melewati proses Windro kemudian dicacah dengan menggunakan mesin pencacah sampai halus. Setelah halus, disiram nutrisi sampai lembab dan sudah menjadi pupuk organik. Tahap selanjutnya, dikemas ke dalam plastik kemasan dengan nama PUMAR singkatan dari Pupuk Marinir.

Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir Letkol Mar Eko Budi Prasetyo menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk memanfaatkan sampah daun yang melimpah di lingkungan Brigif 2 Marinir. “Harapannya hasil olahan sampah daun yang berupa pupuk organik tersebut dapat dimanfaatkan untuk pertanian khususnya di lingkungan Brigif 2 Marinir,” ujarnya, Jumat (19/6/2020). [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar