Peristiwa

PPKM Level 4, Seniman Lamongan Terima Bansos

Jajaran Forkopimda Lamongan saat serahkan bansos sembako kepada para seniman di Sanggar Seni Taruna Budaya, Desa Dradahblumbang, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Selasa (27/7/2012).

Lamongan (beritajatim.com) – Dampak pandemi Covid-19 dan pemberlakuan PPKM Level 4 sangat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, tak terkecuali para seniman. Oleh karena itu sebagai wujud kepedulian, Forkopimda Kabupaten Lamongan menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa beras 2,5 ton beras dan telor sebanyak 2 ribu butir kepada perwakilan seniman di Kabupaten Lamongan.

Penyaluran bantuan tersebut secara simbolis dilakukan di Sanggar Seni Taruna Budaya, Desa Dradahblumbang, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Selasa (27/7/2012) sore. Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (YES), Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana, dan Dandim 0812 Letkol Infantri Sidik Wiyono.

Dalam kesempatan itu, Bupati YES berpesan kepada para seniman yang hadir pada waktu itu untuk tetap bersabar dan tidak lupa menerapkan protokol kesehatan (prokes). Karena kondisi pandemi dan aturan PPKM yang berlaku dalam bulan ini memaksa kegiatan seni budaya sebagai mata pencaharian mereka harus ditutup sementara.

“Intinya semua terdampak, pesan saya, sabar! Mari bergandeng tangan, bahu membahu supaya angka penularan turun, prokesnya jangan lupa, ketika latihan juga tetap memakai masker. Sosialisasikan prokes ke masyarakat, anda punya komunitas, tentu dapat mempengaruhi masyarakat. Ini semua agar Lamongan dapat turun level, sehingga kita dapat menyaksikan kembali gelar seni yang ada di Lamongan,” pesan Bupati YES.

Diketahui, sejumlah 500 pekerja seni di Lamongan ini sangat terdampak aturan PPKM, masing-masing dari mereka di antaranya tergabung dalam paguyuban seniman tradisi MAS LA (Manunggaling Abdi Seni Lamongan Asli), SENDAKALA (Seniman Muda Kabupaten Lamongan), PSL (Paguyuban Sound System Lamongan) dan IDEAL (Insan Dangdut dan Entertainment Lamongan).

Saat ini mereka tidak dapat bekerja sebagaimana biasanya, karena dalam Instruksi Bupati yang terbaru, menyebutkan bahwa kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokal seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara.

Melalui momen pertemuan secara langsung ini, para seniman yang hadir mengutarakan keluh kesahnya kepada Bupati Lamongan, salah satunya seperti Cak Narto yang merupakan perwakilan dari pegiat seni di Lamongan.

Cak Narto menyampaikan ucapan terima kasihnya, namun dirinya juga berharap bantuan itu tidak harus berupa sembako, tetapi bagaimana ia bersama teman-temannya ini mendapatkan solusi agar bisa menggelar seni dan menghibur masyarakat lagi.

Sementara itu, dalam menjawab keinginan dari para pegiat seni agar dapat tampil kembali, Dandim 0812 Lamongan Letkol Infantri Sidik Wiyono mengungkapkan bahwa kesehatan dan keselamatan jiwa adalah suatu hal yang sangat penting. Selain itu, lanjut Letkol Sidik, pihaknya juga berkeinginan untuk melihat hiburan kembali setelah selama satu tahun lebih berkutat dengan angka penularan dan dampak akibat penyebaran Covid-19.

Pada kegiatan ini, Letkol Sidik juga berpesan kepada para seniman ini untuk turut serta mengikuti vaksinasi. “Di tengah pandemi Covid-19 ini, kesehatan adalah karunia yang luar biasa. Kami pun butuh hiburan. Kami semua terdampak. Pesan saya selain bersabar, kita semua harus berdisplin untuk menaati prokes,” ungkap Letkol Sidik.

“Jika tren penularan menurun maka nantinya kita semua dapat mendapat hiburan kembali. Jika ada tawaran vaksinasi mohon untuk segera dapat divaksinasi. Secara teori prokes dan vaksinasi yang dapat mengatasi selain berdoa,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana, menurutnya terkait pelaksanaan vaksinasi, agar para pelaku seni ini tidak termakan berita hoaks yang beredar. “Lamongan saat ini berada di level 4 , salah satunya seni budaya masih ditiadakan, begitu juga level 3,” ujarnya.

“Sekiranya sampai di level 3 akan dilonggarkan perlahan dan dapat dilaksanakan, seperti pemain dan penonton kita atur sesuai dengan prokes. Kerja sama pemerintah dan masyarakat sangat menentukan. Jangan sampai di desa ini termakan isu-isu hoaks tentang vaksinasi. Mohon dukungannnya teman-teman semua,” pungkas Kapolres Lamongan. [riq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar