Peristiwa

PPKM Darurat, Beberapa Orang Masih Nekat Beraktivitas

Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah telah menerapkan PPKM Daurat dan work from home alias bekerja dari rumah. Namun sebagian masyarakat yang bekerja di lapangan tetap menjalankan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Seperti yang dilakukan Syaiful Ulum salah satu petugas kebersihan Plaza Marina Surabaya ini. Dia setiap hari masih harus bekerja meski PPKM Darurat mengharuskan WFH.

PPKM Darurat ini dirasa berat pasalnya selain gaji bulanan dipotong setengah dari gaji pokok, ia masih harus bertemu dengan banyak orang karena mall khusus Handpone dan perangkatnya ini tetap buka.

“Berat sekali PPKM Darurat ini, satu hari kerja cumq 6 jam dan giliran satu hari masuk satu hari kerja dan gajian dipotong separoh dan kerjaan dobel-dobel membersihan seluruh mall. Kalau dibilang takut pasti takut tapi ya harus dijalankan,” ungkap pria berusia 34 tahun ini, Kamis (15/7/2021).

Pengalaman tentang perjuangan di tengah PPKM Darurat juga diungkapkan Nia (38). Penjual lontong kikil dan kupang ini memilih bertahan berjualan karena berjualan satu-satunya mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan.

Bahkan disinggung akan ketakutan penularan, wanita asal Lawang, Jawa Timur ini mengatakan cukup takut bahkan ada para pembeli yang masih bandel meskipun sudah ditulis tidak menerima pembeli makan di tempat.

“Mau gimana lagi ini mata pencaharian untuk memenubi kebutuhan sehari-hari kalau ngga jualan mau dapat uang dari mana lagi apa pemerintah yang kasih makan apalagi sekarang sekolah juga masih bayar full padahal sekolah daring,” ungkap wanita berparas manis ini.

Disinggung jika adanya perpanjanggan PPKM Darurat, sontak para pekerja ini cukup berat. Bahkan salah satu pemilik kedai minuman kekinian di Semolowaru Surabaya ini mengaku menjerit.

Meme, pemilik kedai minuman, mengungkapkan pengalaman yang tidak jauh berbeda. Kondisi PPKM Darurat selama dua minggu ini cukup memberatkan ditambah tidak ada minum di tempat, semua take away. Kalau kondisi ini seperti ini jelas rugi besar akan melanda dirinya bukan hanya pembayaran sewa tempat, gaji karyawan pun tentu akan berdampak.

“Kalau harus diperpanjang PPKM Darurat ini, ampun sudah tidak ada jaminan dari Pemerintah malah semakin dipersulit untuk kami pelaku UMKM yang masih belum besar,” ungkap Meme.

Mereka berharap Pemerintah lebih bijak menyikapi kondisi perekonomian yang tidak stabil untuk saat ini. Menurut mereka, Pemerintah harus memberikan solusi yang tepat pada kondisi saat ini. [way/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar