Iklan Banner Sukun
Peristiwa

PPKM Darurat, ACT Jombang Beri Bantuan Bahan Pokok untuk Warga Terdampak

Staf ACT Jombang menyerahkan bantuan bahan pokok di Kecamatan Tembelang

Jombang (beritajatim.com) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jombang melalui program Gerakan Sedekah Pangan Nasional (GSPN) memberikan bantuan untuk kaum dhuafa dan masyarakat terdampak pandemi covid-19. Apalagi lagi, sudah lima hari ini Jombang menerapkan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat.

Kebijakan tersebut berdampak pada terbatasnya aktifitas yang dilakukan masyarakat. Pasalnya, sejumlah ruas jalan utama ditutup. Semisal, Jl KH Abdurrahman Wahid, Jl KH Wahid Hasyim, serta Jl Ahmad Yani. Juga sejumlah jalan lainnya. Nah, hal ini tentu sangat berpengaruh bagi ekonomi masyarakat Jombang.

 

“Karena itulah, ACT sebagai lembaga kemanusiaan global profesional berbasis kedermawanan dan kerelawanan masyarakat, akan memasifkan program Gerakan Sedekah Pangan Nasional (GSPN) untuk membantu masyarakat Jombang. Saat ini kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendistribusikan bantuan pangan ini,” ungkap Holik, Staf ACT Jombang, Rabu (7/7/2021).

Dia menambahkan, selain bantuan pokok berupa beras wakaf dan air minum wakaf, ada juga perlengkapan mandi. Tercatat, hingga Selasa (6/7/2021), sudah ada delapan titik pendistribusian. Diantaranya, Desa Mojongapit, Jombang Kota, kemudian Kecamatan Peterongan, dan Kecamatan Tembelang. “Dengan bantuam tim MRI (Masyarakat Relawan Indonesia) kita terus bergerak menebar manfaat. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat di tengah PPKM Darurat,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabupaten Jombang merupakan salah satu daerah yang menerapkan PPKM Darurat. Kebijakan tersebut dimulai pada Sabtu (3/7/2021) hingga Selasa (20/7/2021). Penerapan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Jombang No. 100/415/415.10.1.3/2021 tentang PPKM Darurat di Kabupaten Jombang. Setidaknya ada 14 aturan dalam SE tersebut.

Diantaranya, kegiatan belajar mangajar dan kantor non esensial 100% daring atau WFH, fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, area publik, taman umum, wisata, tempat ibadah ditutup sementara, penggunaan prokes diperketat. Untuk mengoptimalkan PPKM Darutat, Sat Lantas Polres Jombang juga menutup sejumlah ruas jalan selama 24 jam.

Sementara itu, berdasarkan update di lama Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, Selasa (6/7/2021) pukul 15.00 WIB, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal sebanyak 10 orang. Dengan tambahan tersebut jumlah kumulatif pasien meninggal menjadi 605 orang.

Dalam update tersebut juga tercatat ada penambahan 72 pasien positif Covid per hari itu. Sehingga jumlah kumulatif positif covid mencapai 5.610 kasus. Kabar gembiranya adalah terdapat tambahan 39 pasien sembuh. Sehingga jumlah kumulatif pasien sembuh mencapai 4.633 orang.

Dari pergeseran data tersebut juga diketahui bahwa positif Covid-19 yang aktif sebanyak 372 kasus. Rinciannya, sebanyak 315 orang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Jombang, sedangkan 57 orang lainnya menjalani isolasi mandiri (isoman). [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar