Peristiwa

Posisi Cawabup Jember Bikin Koalisi Partai Galau

Koalisi Partai di Jember

Jember (beritajatim.com) – Faktor penyebab alotnya koalisi partai politik untuk menentukan pasangan yang akan diusung dan didukung bersama dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, adalah penentuan posisi calon wakil bupati.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerindra Jember Satib mengatakan, saat ini sebagian partai masih sebatas mengeluarkan surat tugas kepada kandidat bupati untuk menjalin koalisi, bukan surat rekomendasi. “Ketika nanti koalisi fix, baru partai-partai mengeluarkan rekom untuk calon bupati dan wakil bupati yang disepakati bersama,” katanya.

Satib membenarkan jika masalah pemilihan calon wakil bupati masih jadi ganjalan. “Partai-partai saling menunggu terkait wakil. Persoalan wakil ini yang jadi perdebatan antar partai,” katanya.

Masing-masing partai mengajukan kader sendiri untuk mendampingi kandidat bupati. Bahkan dua partai, Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa, sudah sempat mengeluarkan surat rekomendasi untuk satu calon bupati dengan calon wakil bupati yang berbeda.

PKB merekomendasikan Djoko Susanto dan Ayub Junaidi, sementara Gerindra merekomendasikan Djoko Susanto dan Ahmad Halim. Ayub adalah sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember. Halim adalah legislator Gerindra di DPRD Jember.

Gara-gara perbedaan nama calon wabup ini koalisi dua partai tersebut akhirnya pecah. Dewan Pimpinan Pusat PKB akhirnya mencabut surat rekomendasi untuk Djoko-Ayub. Belakangan Ayub Junaidi menyatakan, bahwa posisi wakil bupati tak harus dari kader asli PKB. Sementara Gerindra mulai membuka peluang untuk mengganti Halim dengan nama lain yang disepakati bersama.

Partai Persatuan Pembangunan Jember juga menginginkan adanya kader sendiri yang dicalonkan menjadi wakil bupati. Pengurus anak cabang dari 31 kecamatan membulatkan sikap untuk mendukung Madini Farouq, yang saat ini menjabat ketua dewan pimpinan cabang, menjadi calon wakil bupati mendampingi Djoko.

“Itu aspirasi dukungan yang disampaikan ke Dewan Pimpinan Wilayah dan Dewan Pimpinan Pusat, dan sebenarnya bukan untuk konsumsi umum,” kata Madini, Sabtu (22/8/2020).

Partai Nasional Demokrat sempat mengajukan nama Marsuki Abdul Ghafur yang menjadi ketua dewan pimpinan daerah di Jember sebagai pendamping Hendy Siswanto. Sementara Hendy sendiri sudah terlanjur memilih tokoh NU Muhammad Balya Firjaun Barlaman menjadi sekondannya.

Akhirnya Marsuki membuka jalan bagi Firjaun. Hal ini membuat koalisi Nasdem dan Demokrat terjalin, karena sama-sama merekomendasikan nama Hendy-Firjaun. “Pak Marsuki menunjukkan sikap kenegarawanannya,” puji Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Jember Zarkasi.

Madini memilih tak berspekulasi dan lebih menunggu DPP PPP. “DPP PPP tidak sendiri dan berkoordinasi dengan DPP partai lain,” katanya. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar