Peristiwa

Ponorogo Cat Ulang 7 Patung dengan Warna Hitam

Patung Warok di perempatan Kelurahan Nologaten sudah dicat warna hitam. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintahan Kabupaten Ponorogo pimpinan Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil bupati Lisdyarita tampaknya melakukan perubahan wajah kota. Sebelumnya, belum genap dilantik, Pemkab Ponorogo merobohkan pagar pembatas permanen sepanjang 70 meter di pasar eks stasiun di jalan Soekarno-Hatta. Pagar pembatas yang dirobohkan dibangun tahun 2019 di masa pemerintahan bupati Ipong Muchlissoni.

Kali ini, Pemkab melakukan pengecatan ulang terhadap patung-patung di perempatan atau pertigaan kota Ponorogo. Jika sebelumnya coraknya warna-warni sekarang dicat ulang dengan warna hitam semua.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo, Sapto Djatmiko menampik anggapan telah menghilangkan ikon kota. Dia mengungkapkan pengecatan patung-patung di perempatan maupun pertigaan itu untuk dikembalikan warna asalnya natural, yakni warna hitam. Hal itu berdasarkan masukan dari beberapa seniman patung dan pemerhati perkotaan, untuk dikembalikan seperti awal berdirinya.

“Ini sesuai petunjuk dari Bapak Bupati Sugiri Sancoko. Beliau dapat masukan dari masyarakat yang bisa mengartikan filosofi patung, sebenarnya ya warna hitam,” kata Sapto, Jumat (26/3/2021).

Mendapatkan petunjuk dari Bupati, Sapto menyebut bahwa pihaknya langsung mengambil langkah untuk mengecat warna hitam seluruh patung yang ada di perempatan atau pertigaan. Diperkirakan ada 7 patung yang rencananya akan dicat seperti asalnya dulu.

“Satu patung itu membutuhkan waktu 2-3 hari untuk mengecatnya. Kami menarget bulan ini sudah selesai,” katanya.

Sapto menambahkan pihaknya hanya mengecat patung yang berada di perempatan saja. Sementara untuk patung yang ada di komplek aloon-aloon atau panggung utama merupakan kewenangan dari Dinas Pariwisata atau DPUPKP.

“Kami hanya sebatas pengecetan patung di perempatan. Untuk patung di panggung utama bukan kewenangan kami,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar