Peristiwa

Ponorogo Belum Bebas Pasung, Ini Kata Kadinkes

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini

Ponorogo (beritajatim.com) – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini menargetkan pada tahun 2020 Ponorogo zero pasung. Pihaknya optimis target tersebut dapat tercapai.

Mengingat tren jumlah pasung menurun dari tahun ke tahun. Jumlah pasung pada 2016 ada sebanyak 89 orang, menurun di 2017 menjadi 54 orang, dan diawal 2019 menjadi 14 orang.

”Target zero pasung mudah-mudahan bisa tercapai di tahun 2020 mendatang,” katanya, Senin (29/4/2019).

Irin sapaan akrab drg. Rahayu Kusdarini mengatakan pihaknya bakal terus melakukan upaya. Agar 14 orang dengan ganggung jiwa (ODGJ) terbebas dari pasung. Penderita pasung, lanjut Irin akan diupayakan untuk bebas. Caranya dengan berbasis masyarakat. Karena masyarakat harus mendukung penuh.

Terutama pihak keluarga, agar pasca pasung tidak memperlakukan yang bersangkutan berbeda dengan orang lain.Karena kalau ada perbedaan perlakuan bisa menyebabkan gangguan jiwanya kambuh lagi.

”Kalau diperlakukan baik, mereka akan membalas dengan perlakuan yang baik pula,” katanya.

Kunci sukses zero pasung ini, kata Irin juga sangat ditentukan oleh lingkungan sosial. Jika yang bersangkutan dikucilkan, otomatis bakal berontak. Hal itu menjadi faktor penghalang kesembuhan juga. Meskipun rajin periksa, namun hasilnya juga percuma.

Dia menambahkan kadang kegagalan itu karena mendapat perlakuan buruk dari keluarga dan masyarakat. Apalagi jika keluarga tidak berani melepas pasung yang membelenggunya. Menurutnya itu malah membuat proses pengobatan semakin lama. Jadi, Irin menegaskan lagi bahwa peran keluarga dan lingkungan masyarakat agar tidak mengucilkan mereka. Jangan sampai penderita diam terus stres lagi.

”Itu bisa membuat mereka dipasung lagi. Jadi memberikan pengertian ke masyarakat juga sangat penting untuk mensukseskan zero pasung,” pungkasnya.[ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar