Peristiwa

Polsek Wiyung Datangi Warkop yang Ramai Anak Muda Begadang

Gambar tangkap layar yang menunjukkan petugas kepolisian meminta warga agar tak berkerumun di saat kondisi virus corona merebak di warkop kawasan Wiyung, Surabaya, Minggu (22/3/2020).(tangkap layar/Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Viral beredar di sejumlah media sosial dan jejaring sosial, video petugas kepolisian dari Polsek Wiyung, Surabaya, Minggu (22/3/2020). Video berdurasi 57 detik itu terjadi di sebuah warung kopi bernama KofiBrik di sekitar Mall Royal, Wiyung. Dalam video ini petugas sedang mengimbau menggunakan pengeras suara suapaya tak bergerombol dan begadang di warkop hingga dinihari.

Video yang viral ini pun menuai sejumlah komentar. Dari dukungan hingga pertanyaan tentang dimintanya penutupan warung tempat nongkrong. Sebab langkah tersebut dirasa lebih efektif mencegak penyebaran virus Corona di Surabaya.

Kapolsek Wiyung, Kompol M Rasyad menjelaskan, video sosialisasi tersebut benar dilakukan oleh petugas tiga pilar di Kecamatan Wiyung. Menurutnya, langkah ini diharapkan bisa memberikan sosialisasi yang tepat sasaran ke masyarakat langsung.

“Bukan mengusir atau memninta bubar. Tapi kita imbau supaya bisa menjaga kondisi kesehatan dan keselamatan dari penyebaran virus corona. Kita akan lakukan ini minimal dua hari sekali ke seluruh warkop temoat yang ramai,” tegasnya kepada beritajatim.com melalui sambungan telepon.

Tak mensosialisasikan ke warga secara langsung, Petugas tiga pilar yakni kepolisian, Pemerintah Kota Surabaya dan TNI memberi imbauan kepada para pengusaha warkop yang ada di Kecamatan Wiyung. Imbauan tersebut dilakukan agar Warkop atau tempat berkumpul diberi jarak tempat duduk dan juga durasi buka warung supaya tidak sampai pagi.

“Kita beri imbauan supaya ada jarak tempat duduk dan warung tak buka 24 jam. Tujuannya supaya warga yang nongkrong tak kelelahan karena sering begadang,” paparnya.

Sementara itu menurut Arifin(19) salah satu warga di Kota Surabaya mengaku bahwa sosialisasi tersebut sangat efektif dan baik adanya didengarkan. Terlebih sosialisasi seperti ini memang masih banyak belum disadari oleh masyarakat atau khalayak banyak. Sehingga masyarakat masih banyak melakukan tongkrong atau begadang hingga pagi hari hanya untuk menghabiskan waktu baik itu sekedar menikmati akses internet ataupun bermain games saja.

“Bagus dan kita dukung. Supaya kita sama-sama jaga jarak dan kondisi kesehatan. Ya minimal jangan begadang supaya kita juga sehat,” ucap Arifin kepada beritajatim.com. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar