Peristiwa

Polrestabes Surabaya Undang Pengusaha RHU dan Rumah Makan

Situasi di Gedung Bhara Daksa saat rapat koordinasi antara Polrestabes Surabaya dan pengusaha RHU)

Surabaya (beritajatim.com) – Berdasarkan data dari Kemenkes yang dikeluarkan pada Sabtu, (04/09/2021) lalu, Kota Surabaya sudah dinyatakan berstatus Level 2 dalam Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Hal tersebut langsung direspon oleh Polrestabes Surabaya bersama dengan Korem 084/Bhaskara Jaya, dan beberapa dinas serta instansi terkait mengadakan koordinasi. Guna memulihkan pertumbuhan ekonomi kota Surabaya.

Polrestabes dan Pemkot Surabaya, Jumat (10/09/2021), mengundang pelaku usaha rumah makan dan rekreasi hiburan umum (RHU) untuk mempersiapkan kembali beroperasional.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Achmad Yusep Gunawan mengatakan, pihaknya mengundang para pelaku usaha rumah makan dan RHU untuk memberi persiapkan dan kelonggaran pada zona kuning level 2. Hal itu sesuai ketentuan Kemenkes dan level 3 sesuai agronasi Kemendagri.

“Kita harus persiapkan bersama, capaian raihan kota Surabaya, menuju herd immunity harus kita pertahankan bersama. Gotong royong yang sudah dibangun, kita harus pertahankan dan kuatkan,” terang Achmad Yusep.

Achmad Yusep mengungkapkan, masyarakat Surabaya harus segera pulih untuk melakukan aktivitas sosial dan melaksanakan pertumbuhan ekonomi dengan perlunya dukungan dari beberapa sektor. Di antaranya usaha rumah makan dan rekreasi hiburan umum (RHU).

“Pengelola rumah makan dan RHU harus taat pada aturan apabila sudah diizinkan melalui assessment dan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Atas pertemuan dan akan kembali dioperasikannya tempat usaha hiburan itu, Edo Lukito selaku ketua Gaperhu kota Surabaya menyambut positif dan akan menerapkan persyaratan yang telah disepakati bersama.

“Tentunya kami sangat menyambut baik atas akan dikeluarkannya izin tempat usaha rumah makan dan RHU. Ini menjadi awal yang baik bagi dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Edo juga menyatakan, pihaknya akan menyerukan kepada pelaku usaha yang tergabung dalam Gaperhu, untuk mentaati seluruh kesepakatan yang tertuang dalam integritas bersama.

“Kembali diizinkannya beroperasinya RHU dan rumah makan, tentunya melalui persyaratan yang sudah disepakati dan tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat serta dilakukannya assessment,” pungkasnya.

Senada dengan Edo, Suparno selaku pihak pengurus dari Arjuno grup juga menyatakan bahwa apa yang disampaikan dan dibahas pada acara siang ini merupakan angin segar bagi pengusaha RHU yang sudah vakum hampir 1.5 Tahun.

Intinya pak Kapolres sudah memberi kelonggaran buat RHU dan hotel untuk buka kembali sesuai protokol kesehatan setelah level 2 khusus Surabaya mas, tentunya ini angin segar bagi kami. Kami siap membantu dan taat kepada assesmen jika memang menjadi syarat buka,” tutupnya. [ang/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar